Sekda Sambut Baik Kehadiran Forum Komunikasi Puspa di Sekadau

Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA)

Sekda Sambut Baik Kehadiran Forum Komunikasi Puspa di Sekadau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA) menggelar Pembinaan Organisasi Perempuan dan Pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Sekadau tahun 2019, di gedung Mess Pemda Kabupaten Sekadau Kalbar, Selasa (10/9) 

Sekda Sambut Baik Kehadiran Forum Komunikasi Puspa di Sekadau

SEKADAU - Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA) menggelar Pembinaan Organisasi Perempuan dan Pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Sekadau tahun 2019, di gedung Mess Pemda Kabupaten Sekadau Kalbar, Selasa (10/9).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekda Kabupaten Sekadau, Zakaria Umar yang menilai keberadaan PUSPA ini sangat penting.

"Kami menyambut baik Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak mengingat kekerasan terhadap perempuan dan anak akhir-akhir ini meningkat. Menurut catatan Komnas perempuan, pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan tahun 2018 meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya," ujarnya

Dimana, ia menilai forum ini berfungsi sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang peduli perempuan dan anak sebagai mitra bagi pemerintah daerah dalam mendukung program perlindungan perempuan dan perlindungan anak sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

"Forum ini juga sebagai Wadah kita untuk bersinergi antara berbagai unsur pemerintahan, lembaga masyarakat, lembaga profesi, dunia usaha dan media massa dan untuk menyikapi isu persoalan perempuan dan anak, perlu melibatkan banyak pihak tidak terkecuali partisipasi lembaga masyarakat, akademisi, organisasi perempuan dan dunia usaha yang diharapkan dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam mengatasi dan menangani persoalan perempuan dan anak," katanya.

Baca: Dinas Sosial Dorong Adanya Selter Khusus Orang Dengan Gangguan Jiwa

Baca: Laporkan Dinas Sosial dan Pengelola PLAT ke Polda, Keluarga Harap Terungkap Fakta Hukum Lain

Baca: Ajukan Sejak Januari 2019, Sri Lestari Dapat Bantuan Peralatan Usaha dari Dinas Sosial Pontianak

Sehingga menurutnya pembentukan lembaga yang mengkoordinasikan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup perempuan sudah sehaeunya mendapat perhatian.

"Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah membangun manusia seutuhnya dalam arti meningkatkan kualitas fisik, mental dan spritual dengan tidak membedakan antara perempuan dan laki-laki sebagai sasaran pembangunan. Dan pemerintah kabupaten telah berupaya mewuudkan hal tersebut, dengan meningkatkan kontribusi perempuan dalam memberikan sumbangsih pemeikiran dan tenaga dalam pembangunan," paparnya.

Ia berharap kegiatan serupa juga sering digelar di Kabupaten Sekadau dalam rangka evaluasi dan monitoring program pemerintah.

"Tentunya ini diharapkan menjadi bagian dari monitoring program pemerintah dalam perspektif gender dan sebagai payung hukum mengenai pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Sekadau," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved