BPBD Klaim Kebakaran di Dekat SMPN 3 dan RSUD Kayong Utara Sudah Padam

Oma menyebut api telah dipadamkan lewat jalur darat dan bantuan water bombing.

TRIBUNPONTIANAK/Adelbertus Cahyono
Kepala BPBD Kayong Utara, Muhammad Oma menunjukan lahan yang terbakar di dekat SMP Negeri 3 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (9/9/2019). 

BPBD Klaim Kebakaran di Dekat SMPN 3 dan RSUD Kayong Utara Sudah Padam

KAYONG UTARA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara, Muhammad Oma mengklaim kebakaran lahan di dekat SMP Negeri 3 Sukadana dan RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin I Kayong Utara sudah padam.

Oma menyebut api telah dipadamkan lewat jalur darat dan bantuan water bombing menggunakan helikopter dari BPBD Kalimantan Barat.

"Api tidak ada lagi, tapi masih ada asap," kata Oma kepada Tribun, Selasa (10/9/2019).

Oma menambahkan, rencananya hari ini mereka akan melakukan pemadaman lanjutan di area yang masih menimbulkan asap di lokasi kebakaran tersebut.

Baca: Pemerintah Daerah akan Lebih Fokus Tangani Karhutla di Kayong Utara

Baca: Prakiraan Cuaca Kayong Utara, BMKG Prediksi Asap Tebal Hingga Potensi Kebakaran Lahan

Oma lantas mengungkapkan, kebakaran lahan saat ini juga masih terpantau terjadi di kawasan transmigrasi Semanai, Kecamatan Sukadana.

"Desa Kemboja (Kecamatan Pulau Maya) juga masih ada berasap," ungkap Oma.

Oma mengatakan akan berupaya meminta bantuan water bombing kepada BPBD Kalbar untuk memadamkan api di dua wilayah tersebut.

Sebab, kata Oma, rata-rata di lokasi kebakaran tidak ada sumber air.

"Parit-parit juga semua kering, ndak ada air," ujar Oma.

Diberitakan sebelumnya, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (9/9/2019).

Kali ini, kebakaran terjadi persis di dekat gedung SMP Negeri 3 Sukadana dan RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin I Kayong Utara.

Selain itu, terdapat pula satu unit rumah yang dihuni oleh dua pria dan satu perempuan dewasa, serta dua anak kecil.

Pantauan Tribun, asap terlihat mengepul di sekitar lokasi kebakaran, bahkan hingga ke jalan raya.

Oma mengatakan, kebakaran mulai terjadi sejak Minggu (8/9/2019) malam. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved