Eddy Prasetyo Akui Terjadi Peningkatan Jumlah Ttitik Api di Kabupaten Sekadau

Sekretaris BPBD Kabupaten Sekadau, Eddy Prasetyo mengatakan 2019 ini mengalami peningkatan jumlah titik hotspot di Kabupaten Sekadau.

Eddy Prasetyo Akui Terjadi Peningkatan Jumlah Ttitik Api di Kabupaten Sekadau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Petugas dari Unit SAR Dit Samapta Polda Kalbar dan Sat Reskrim Polresta Pontianak berupaya memadamkan kebakaran lahan hampir mengenai rumah warga di Jalan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (26/3/2019) sore. Asap terpantau cukup pekat di kawasan yang terdapat banyak titik api dan semakin meluas. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI -- 

Eddy Prasetyo Akui Terjadi Peningkatan Jumlah Ttitik Api di Kabupaten Sekadau

SEKADAU - Sekretaris BPBD Kabupaten Sekadau, Eddy Prasetyo mengatakan 2019 ini mengalami peningkatan jumlah titik hotspot di Kabupaten Sekadau.

Sehingga diakuinya upaya menekan jumlah titik hot spot di tahun ini diakuinya sedikit diluar kendali.

"Tahun 2019 melonjak drastis rencana kita menekan tahun ini diluar kendali, tahun lalu 212 artinya perlu Sinergitas pelaksanaan tugas artinya ini agar bisa di tekan bersama. Totalnya hingga dua hari terakhir ini 410 hot spot dengan tingkat kepercayaan 0 hingga 100 persen," katanya

Diakui olehnya penjagaan daerah rawan memang difokuskan pada lahan gambut hanya saja dititik yang dijaga tidak ada tinbulnya titik api.

Baca: Kini Wilayah Kapuas Hulu Miliki 475 Titik Api

Baca: Usai Diguyur Hujan Jumlah Titik Api di Ketapang Berkurang

Baca: Titik Api di Kapuas Hulu Berkurang, Ini Himbauan Tagana

"Pada dasarnya keseluruhan penjagaan difokuskan di gambut malah di lokasi tersebut tidak terjadi Karhutla. Hotspot ini banyak karena membuka lahan akibat pembukaan lahan, yang bermasalah itu merembet, kalau ladang yang dijaga pasti habis disitu saja," ungkapnya.

Sehingga menurutnya lahan yang tidak dijaga dalam pembayarannya tersebut yang berbahaya menjadi karhutla.

"Tentu yang kita antisipasi tentunya benar-benar kebakaran apakah itu yang merembet atau yang terbakar dengan sendirinya. Karena itu kita menghimbau juga agar masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam membuka lahan," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved