Kabid SDA PUPR, Hendra Bachtiar Jelaskan Konsep Pembangunan Trotoar Hos Cokroaminoto

Pemerintah Kota Pontianak menganggarkan Rp3,3 miliar untuk proses pembangunan turap dan trotoar Jalan Hos Cokroaminoto

Kabid SDA PUPR, Hendra Bachtiar Jelaskan Konsep Pembangunan Trotoar Hos Cokroaminoto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pontianak, Hendra Bachtiar menunjukan konsep pembangunan trotoar Hos Cokroaminoto, Jumat (6/9/2019). 

Kabid SDA PUPR, Hendra Bachtiar Jelaskan Konsep Pembangunan Trotoar Hos Cokroaminoto

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak menganggarkan Rp3,3 miliar untuk proses pembangunan turap dan trotoar Jalan Hos Cokroaminoto.

Hal itu disampaikan kangsung Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pontianak, Hendra Bachtiar saat diwawancarai ketika momen Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meninjau proses pembangunan.

Ia menjelaskan pembangunan turap ini berawal dari usia turap yang sudah cukup lama dan ada beberapa yang longsor sehingga dilakukan peningkatan turap sekaligus menata trotoar pedestriannya.

"Selain melakukan peningkatan, kita juga melakukan penataan trotoar sesuai dengan arahan Wali Kota Pontianak," ucap Hendra saat diwawancarai, Jumat (6/9/2019).

Baca: Dukung Pembangunan Bandara, Warga Simpang Tiga Hibahkan Lahan

Baca: Angota DPRD Kota Pontianak Sambut Positif Pembangunan Trotoar 6 Meter di Jalan Ayani

Ia menjelaskan dengan anggaran yang tersedia, proyek ini hanya bisa dikerjakan setengah dari panjang Jalan Hos Cokroaminoto. Sesuai komitmen Pemkot Pontianak sisanya akan dilanjutkan di tahun mendatang.

"Kita ingin cepat, mudah-mudahan tahun mendatang bisa tuntas," tegasnya.

Lanjut disampaikannya pohon-pohon yang ada di Hos Cokroaminoto tetap dipertahankan, sehingga nanti pedestriannya akan menyesuaikannya dan pengecoran akan menyesuaikan pohon guna memberikan ruang akar.

"Kita akan buat pot dengan bunga-bunganya untuk mempercantik penataan trotoar sehingga lebih asri," tambahnya.

Kemudian pedestriannya atau trotoarnya akan dilengkapi dengan pola-pola batu alam serta jalur untuk disabilitas.

"Untuk trotoar berada tepat di sisi parit, sementara space yang dekat jalan berfungsi sebagai berem dan untuk jalur sepeda," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved