Suryadman Gidot OTT KPK, Pelayanan di Pemkab Bengkayang Berjalan Normal

Pelayanan publik kepada masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang tidak terganggu dengan adanya OTT yang dilakukan oleh KPK

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Akses menuju ruang kerja Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot yang di segel oleh KPK di jaga ketat oleh polisi dan sekuriti, Rabu (4/9/2019). 
Suryadman Gidot OTT KPK, Pelayanan di Pemkab Bengkayang Berjalan Normal
BENGKAYANG -Terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot dan sejumlah orang lainnya di Pontianak, Selasa (3/9/2019) kemarin, tak mempengaruhi roda pemerintahan di Kabupaten Bengkayang.
Rabu (4/9/2019) aktivitas di lingkungan Pemkab Bengkayang berjalan seperti biasa.
Hal itu di tegaskan  Kasubbag Humas Setda Kabupaten Bengkayang, Robertus saat diwawancarai awak media pada Rabu (4/9/2019).
"Pelayanan publik kepada masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang tidak terganggu dengan adanya OTT yang dilakukan oleh KPK, masih berjalan seperti biasa," ujarnya.
Robertus mengatakan, belum ada instruksi khusus apapun dari unsur pimpinan kepada mereka di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang.
"Kalau instruksi khusus kita juga tidak ada, memang tadi ada rapat terbatas yang dipimpin oleh Wakil Bupati Bengkayang, namun apa isi rapatnya kita tidak tahu," katanya.
"Mungkin terkait roda pemerintahan juga lah, dengan adanya OTT ini pasti ada pengaruh terhadap berjalannya roda pemerintahan," tambahnya.
Robertus mengatakan dia secara pribadi tidak mengetahui apa dan bagaimana kronologi penyegelan yang dilakukan oleh KPK di ruang kerja Bupati Bengkayang. "Kita juga belum tahu pasti bagaimana kronologisnya," ucapnya.
"Sampai saat ini belum ada instruksi khusus dari unsur pimpinan, yang pasti roda pemerintahan harus terus berjalan, karena kita harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.

Baca: VIDEO: Ruang Kerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Disegel KPK

Terkait penjagaan ketat yang dilakukan di ruangan Bupati Bengkayang yang di segel oleh KPK, dia mengaku tidak tahu pasti apa sebabnya.
"Kami tidak tahu pasti, sebab kami tidak bertemu langsung dengan pihak penyegel yakni KPK," jelasnya.
Robertus menuturkan, ruangan kerja Bupati Bengkayang di segel pada malam hari oleh KPK tanpa ada kontak apapun dengan humas.
"Informasi yang saya terima ruangan ini di segel tadi malam, dan terkait penjagaan ketat ini kita juga tidak diberi tahu, karena tidak ada kontak dengan pihak penyegel," pungkasnya.
Dari pantauan Tribun, ruangan kerja Bupati Bengkayang di segel oleh KPK, dan di bagian pintu depan lorong menuju ke ruang kerja tersebut di tutup rapat dan di jaga ketat oleh dua orang anggota kepolisian, dan lima orang sekuriti.
Berbeda dengan ruang kerja Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon tidak di segel oleh KPK. Situasi di ruang kerja Wakil Bupati tampak sepi.
Dari informasi yang diperoleh Tribun, Agustinus Naon sudah meninggalkan ruangan kerjanya usai memimpin rapat tertutup siang itu dan menuju ke Pemerintah Provinsi untuk berkoordinasi terkait roda pemerintahan. 
Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved