Sutarmidji Harap Ada Sinergitas Program Penangan Stunting dan Gizi Buruk di Kalbar

Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018, gizi buruk dan gizi kurang pada bayi umur lima tahun di Kalimantan Barat

Sutarmidji Harap Ada Sinergitas Program Penangan Stunting dan Gizi Buruk di Kalbar
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji saat diwawancarai awak media usai Rapat Paripurna DPRD Kalbar, di kantor DPRD Provinsi Kalbar, Pontianak, Rabu (21/8/2019). Rapat beragendakan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi Terhadap Raperda Perubahan APBD provinsi Kalbar tahun anggaran 2019. 

Sutarmidji Harap Ada Sinergitas Program Penangan Stunting dan Gizi Buruk di Kalbar

PONTIANAK -  Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018, gizi buruk dan gizi kurang pada bayi umur lima tahun di Kalimantan Barat mencapai angka 23,8 persen.

Angka tersebut masih tinggi bila dibandingkan dengan target RPJMN yang seharusnya hanya mencapai 19 persen.

Menanggapi hal ini Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan seharusnya dilakulan sinergitas program untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan balita.

Baca: Laksanakan Perintah KPK, Harap Pensiunan ASN Kembalikan Aset Daerah

Baca: TRIBUNWIKI: Diperankan Linda Hamilton, Ini Poster Terbaru Seri ke-6 Film Terminator Dark Fate 2019

Baca: Bawaslu Kalbar Kawal Putusan Bawaslu RI Putuskan KPU Kalbar Lakukan Pelanggaran Administratif

"Derah harus memperhatikan itu dan harus betul memperhatikannya. Ini program dinas kesehatan dan masalah seperti ini harus di selesaikan jangan buat program yang lain lagi. Saya berharap juga ada sinergitas untuk stunting dengan pemberantasan gizi buruk," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalbar , senin (2/8/2019).

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved