PDIP Geser Dua Caleg dari Kalbar, Maria Lestari Gantikan Akim

kemudian di Kalimantan Barat melanggar kode etik sehingga dipecat, dan satu lagi mengundurkan diri

PDIP Geser Dua Caleg dari Kalbar, Maria Lestari Gantikan Akim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Maria Lestari SPd 

PDIP Geser Dua Caleg dari Kalbar, Maria Lestari Gantikan Akim

PONTIANAK  - Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) telah menetapkan 575 anggota DPR periode 2019-2024 yang terpilih berdasarkan hasil Pemilu 17 April.

Ada hal yang cukup mengejutkan untuk Kalbar dalam pleno tersebut. DPP PDIP meminta KPU menggantikan Alexius Akim dengan Maria Lestari.

Dalam kesempatan itu PDI Perjuangan melayangkan minta pergantian tiga nama caleg yang mengundurkan diri, dipecat, dan meninggal dunia.

"Ada tiga orang, satu di Sumsel meninggal dunia, kemudian di Kalimantan Barat melanggar kode etik sehingga dipecat, dan satu lagi mengundurkan diri," kata Candra Irawan, perwakilan PDI Perjuangan.

Candra meminta KPU tidak menetapkan tiga nama tersebut sebagai anggota DPR terpilih. Dalam tanggapannya Arief Budiman mengatakan pihaknya baru menerima surat dari PDI Perjuangan mengenai hal itu pada hari penetapan calon.

Baca: Ketua DPD PDIP Kalbar Lasarus Angkat Suara Soal Pergantian Alexius Akim ke Maria Lestari di DPR RI

Baca: Keberatan atas Putusan Bawaslu Kalbar, Caleg PDIP Maria Lestari Ajukan Koreksi ke Bawaslu RI

"Hari ini (Sabtu) baru disampaikan. Biasanya kami harus melakukan verifikasi terlebuh dulu setelah menerima surat-surat semacam itu. Jadi tidak bisa langsung," kata Arief.

Caleg PDI Perjuangan yang diganti antara lain dari Dapil Kalimantan Barat I, Alexius Akim dan Michael Jeno. Pergantian dilakukan karena masing-masing dipecat dan mengundurkan diri.
KPU kemudian menerima permohonan itu.

"Permohonan kami terima. Berdasarkan aturan apabila calon terpilih tidak memenuhi syarat, peroleh suara terbanyak berikutnya yang akan naik. Karena (tertinggi) ke-2 dan ke-3 diberhentikan dan mengundurkan diri, diisi oleh Maria Lestari," ujar Arief.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan partainya akan menyelesaikan sengketa internal tersebut. "Dalam menyelesaikan konflik sengketa internal, kami lakukan melalui mekanisme partai. Kami menyatakan bertanggung jawab penuh pada keputusan yang kami ambil," kata Hasto.

Tak hanya itu, Hasto juga menyerahkan bukti-bukti terkait masalah itu kepada KPU. Verifikasi terhadap kebenaran dokumen pengunduran diri Michael langsung dilakukan melalui teleconference.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved