Dinkes Mempawah Imbau Masyarakat Tidak Gegabah Konsumsi Bajakah yang Belum Jelas Efeknya

Jamiril, mengimbau agar masyarakat jangan gegabah dalam menyikapi suatu isu.

Dinkes Mempawah Imbau Masyarakat Tidak Gegabah Konsumsi Bajakah yang Belum Jelas Efeknya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sejumlah orang di Kabupaten Mempawah menjual belikan Tumbuhan Bajakah sebagai obat tradisional di media sosial. 

Dinkes Mempawah Imbau Masyarakat Tidak Gegabah Konsumsi Bajakah yang Belum Jelas Efeknya

MEMPAWAH - PLT Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Mempawah, Jamiril, mengimbau agar masyarakat jangan gegabah dalam menyikapi suatu isu.

Salah satunya adalah isu tentang tumbuhan Bajakah yang mampu menyembuhkan penyakit kanker.

"Lagipula, secara spesifik tumbuhan bajakah itu belun kita ketahui, karena disini (Kabupaten Mempawah_red) jenis tumbuhan akar yang mirip dengan bajakah itu banyak, yang mana bajakah yang dimaksud juga belum tahu pasti," ujarnya, Minggu (1/9/2019).

Jamiril khawatir masyarakat salah kaprah terkait tumbuhan Bajakah, itulah sebabnya dia meminta masyarakat agar tidak gegabah dalam menggunakannya sebagai obat tradisional.

Baca: Punya Potensi Ekonomis, di Mempawah Bajakah Ternyata Disebut Belaran, Tumbuh di Hutan Belantara

Baca: Dinkes PPKB Khawatir Tumbuhan Bajakah Diperjualbelikan Secara Bebas Sebagai Obat Tradisional

"Oleh karena itu, tentunya kita harus menunggu dulu, masyarakat jangan gegabah dan langsung menggunakan, karena dikhawatirkan salah kaprah," ujarnya.

Dia menjelaskan, tumbuhan yang boleh digunakan sebagai obat tradisional harus melalui uji klinis di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

"Karena setiap tumbuhan obat yang akan kita gunakan itu harus melalui uji klinis terlebih dahulu, mulai dari kebenarannya, dan keefektifannya," katanya.

Jamiril khawatir masyarakat mengkonsumsi tumbuhan Bajakah tanpa dosis yang benar, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan.

"Kalau kita asal-asalan dalam menggunakan sesuatu yang belum teruji, bisa saja menjadi racun, sebab yang namanya obat kimia itu sebetulnya racun, yang dikhususkan untuk penyakit secara spesifik dan sudah lolos uji klinis," pungkasnya.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved