Jabat Ketua PMKRI Pontianak, Lino Ajak Jalin Komunikasi Baik dengan Semua Stakeholder

Selain itu yang terpenting adalah pengembangan internal, dimana proses kaderisasi itu perlu diperjuangkan

Jabat Ketua PMKRI Pontianak, Lino Ajak Jalin Komunikasi Baik dengan Semua Stakeholder
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA SINDIKA WULANDARI
Ketua PMKRI Cabang Pontianak, Santo Thomas More periode 2019-2020 

Jabat Ketua PMKRI Pontianak, Lino Ajak Jalin Komunikasi Baik dengan Semua Stakeholder

PONTIANAK -Secara organisasi, kalau PMKRI memang marwahnya memang kaderisasi. ketika kaderisasi tidak terlaksana maka kepemimpinan itu gagal. Begitulah yang disampaikan Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak Santo Thomas More, Srilinus Lino di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (30/8/2019).

Ia menjelaskan setelah resmi dilantik, maka fokus utama dari kepengurusannya adalah menyusun program kerja untuk satu tahun kedepan.

"Point pentingnya adalah bagaimana kita menyusun program kaderisasi yang sesuai dengan silabus pembinaan itu sendiri. Kemudian untuk pengurus kita juga menjalin komunikasi dengan kawan-kawan UKMF dan organisasi Katolik dan non Katolik. Dan kemudian membangun komunikasi dan sinergitas dalam membangun bangsa dan negara," jelasnya.

Baca: Niat Puasa Asyura dan Puasa Tasua: Ustadz Abdul Somad Ungkap Ganjaran Luar Biasa Puasa Asyura

Baca: Pengurus PMKRI Cabang Pontianak Santo Thomas More periode 2019/2020 Dilantik

Hal ini penting untuk dilakukan menurut Lino karena melihat kondisi kebangsaan yang mulai carut marut dan mahasiswa harus dapat menjadi pelopor perdamaian. Satu diantara perwujudannya adalah kaderisasi yang baik, dan menjalin komunikasi dengan berbagai stakeholder.

"Karena memang saat ini yang kita lihat dinamika kebangsaan sudah mulai carut marut dan ini menjadi komitmen kita bersama sebagai mahasiswa Katolik untuk menjaga perdamaian khususnya di kota Pontianak," ujarnya.

Dengan pengurus cabang yang berjumlah 9 orang. Lino menyampaikan kaderisasi tersebut akan dilaksanakan mulai akhir Oktober mendatang. Sehingga bagi mahasiswa yang ingin bergabung dapat mempersiapkan diri terlebih dahulu.

Ditemui ditempat yang sama, Presidium Pengembangan Organisasi Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas, periode 2018-2020 Marsianus Wawo Daso menjelaskan bahwa selama pelaksanaan tugas dari kepengurusan yang baru, maka pengurus pusat tentu akan mengarahkan dan akan memberikan 3 point penting yang harus dijabarkan oleh DPC dalam program kerjanya.

"Kita dari DPP terkait pengurus pusat akan memberikan arahan-arahan, yang pertama terkait permasalahan situasi nasional. Lalu yang kedua soal program pengurus pusat yang memang perlu dijabarkan di daerah-daerah. Ada agenda penting yang kita kawal. Ada HAM, persatuan dan lingkungan hidup. Ini penting untuk dikawal oleh teman-teman di Pontianak. Dalam konteks situasi di cabang itu diterjemahkan dalam program-program cabang," jelasnya.

Menyikapi tentang permasalahan sosial, ia juga menyampaikan PMKRI sebagai organisasi mahasiswa yang setiap hari terlibat dalam proses itu. Ingin menyampaikan bahwa PMKRI menghargai proses itu sebagaimana mestinya. Pada jalur  yang benar, kalau memang proses perjuangan, perjuangan yang secara demokratis tidak harus hal-hal yang diluar konstitusi.

"Prinsip nya bahwa PMKRI akan terus terlibat dalam dinamika. Teman-teman bisa saling mengembangkan diri dengan melakukan kajian-kajian yang memang perlu mendapat tanggapan kritis dari pemerintah dan juga lembaga-lembaga terkait. menjalin komunikasi terhadap pemerintah setempat. Selain itu yang terpenting adalah pengembangan internal, dimana proses kaderisasi itu perlu diperjuangkan," tutupnya. (Marpina Sindika Wulandari)

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved