Digitalisasi Mudahkan Proses Ekonomi, Prijono Ingatkan Kehati-hatian Saat Meminjam Uang

Berbagai negara mulai mencanangkan untuk fokus menggarap potensi pada ekonomi digital, salah satunya juga dilakukan oleh Indonesia.

Digitalisasi Mudahkan Proses Ekonomi, Prijono Ingatkan Kehati-hatian Saat Meminjam Uang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Kepala KPw BI Kalbar, Prijono saat kegiatan seminar dialog ekonomi digital, Kamis (28/8/2019) 

Digitalisasi Mudahkan Proses Ekonomi,Prijono Ingatkan Kehati-hatian Saat Meminjam Uang

PONTIANAK - Memasuki era digitalisasi saat ini, berbagai hal memungkinkan dapat dikendalikan dari segala tempat melalui jaringan internet dengan perangkat gadget.

Hal ini tidak dapat dipungkiri akan semakin memudahkan mobilitas manusia dalam berkegiatan sehari-hari termasuk dalam dunia bisnis khususnya dalam bidang ekonomi, sehingga fenomena ini semakin mengukuhkan dunia menuju arah ekonomi digital.

Peluang yang begitu menantang ini, telah mengantarkan Indonesia ke pintu persaingan ekonomi.

Berbagai negara mulai mencanangkan untuk fokus menggarap potensi pada ekonomi digital, salah satunya juga dilakukan oleh Indonesia.

Baca: Anggota Komisi XI DPR RI Michael Jeno Harap BI dan OJK Tegas Terhadap Fintech

Baca: Viral Iklan Wanita Rela Digilir Untuk Lunasi Utang di Fintech, OJK Sebut Fintech Tersebut Illegal

“Sekarang ekonomi sangat berkembang dengan pesat. Kemudahan-kemudahan sudah diberikan dengan adanya teknologi. Cuma harusnya bisa lebih efisien lagi. Contoh, pinjaman-pinjaman yang diberikan media-media ini mestinya bisa memberikan bunga yang lebih kompetitif,” ujar Kepala KPw BI Kalbar, Prijono, Rabu (28/8/2019).

Menurutnya, sebelum masyarakat memutuskan untuk melakukan pinjaman uang, sebaiknya lebih dulu mencari tahu informasi mengenai layanan pinjaman yang ditawarkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Membandingkan untung ruginya, sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Baca: Fintech Lending Jadi Alternatif Kebutuhan Pembiayaan UMKM di Indonesia, Munawar Beri Tips Ini

Baca: Wali Kota Edi Kamtono Sikapi Fintech, Ingatkan Sisi Positif dan Negatifnya

“Harus dilihat apakah lembaga yang dituju untuk peminjaan itu sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau belum. Jangan sampai milihnya hanya karena kemudahan-kemudahan prosesnya saja tanpa memikirkan dampaknya,” ungkap Prijono.

Selain masyarakat harus berhari-hati saat melakukan peminjaman uang, Prijono mengatakan masyarakat juga harus mengerti akan kebutuhan konsumtif atau produktif.

“Masyarakat harus memahami apakah benar-benar membutuhkan dana tersebut atau tidak. Yang jelas dari 2 sisi itu impact ekonominnya harus lebih besar. Tidak pada awalnya masif tapi diujung malah jadi pesroalan. Apalagi kalau sumber dananya dari lembaga-lembaga tertentu akan saling mengefek,” pungkasnya. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved