Dusun Gayung Bersambut Terima Listrik pada HUT RI ke -74

Malam menjelang, tampak beberapa rumah warga disinari cahaya remang lampu strongkeng dan bahkan ada yang dalam kondisi gelap gulita.

Dusun Gayung Bersambut Terima Listrik pada HUT RI ke -74
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKI FADRIANI
Perumahan warga Dusun Gayung Bersambut saat disambangi awak media di Desa Selakau Tua, Kecamatan Selaku Timur, Kabupaten Sambas, Kaliamntan Barat 

Dusun Gayung Bersambut Terima Listrik pada HUT RI ke -74

 SAMBAS - Rombongan Media Touring menyambangi Dusun Gayung Bersambut, Desa Selakau Tua, Kecamatan Selaku Timur, Kabupaten Sambas, Kaliamntan Barat, untuk melihat pembangunan Listrik Desa (Lisdes) yang akan menerangi desa tersebut.

Puas dengan pemandagan perumahan warga dusun, yang terlihat setelahnya adalah kebun sawit luas mengampar di dusun yang dulunya dipenuhi lahan pertanian ini.

Jalan setapak yang berlubang sepanjang 2km harus ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan debu khas jalanan sawit musim kemarau telah siap menantang siapapun yang ingin lewat.

Malam menjelang, tampak beberapa rumah warga disinari cahaya remang lampu strongkeng dan bahkan ada yang dalam kondisi gelap gulita.

Baca: Indonesia Kirimkan 36 Kontingen ke Worldskills Competition

Menurut warga desa, Waldi, selama ini Warga Dusun Gayung Bersambut hanya mengandalkan pasokan cahaya dari lampu minyak dan genset. Penggunaan genset yang terbatas juga menjadikan warga harus beraktifitas dalam kondisi gelap.

Biaya operasional genset yang tidaklah murah, sehingga penggunaanya hanya diperuntukan hingga pukul 11 malam atau dalam waktu 3 jam saat malam datang.

"Sehari bisa habis 2-3 liter bensin untuk genset. Dikalikan saja sebulan, itu biayanya sudah habis berapa," ungkapnya saat dalam perjalanan menuju lokasi penjemputan rombongan Media Touring.

Ia juga menceritakan jika selama ini anak-anak di dusunnya tidak pernah menyetrika seragam sekolah. Bukan karena tidak ada setrika, namun tidak adanya sumber listrik yang membuat mereka pergi dengan seragam yang kusut.

Menurutnya, hal seperti ini sering kali disisati dengan cara melipat baju dan diletakkan di bawah bantal tidur sepanjang malam.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved