Dusun Gayung Bersambut Terima Listrik pada HUT RI ke -74
Malam menjelang, tampak beberapa rumah warga disinari cahaya remang lampu strongkeng dan bahkan ada yang dalam kondisi gelap gulita.
Banyak pohon sawit dan karet warga ditebang untuk proses pemasangan listrik ini. Namun, semua warga dengan ikhlas dan swadaya membangun dusun mereka demi kemajuan bersama.
Ia juga menceritakan secara swadaya, warga mengupayakan berdirinya Lisdes ini mengingat jalan dusun tersebut tidaklah memungkinkan dilalui oleh kendaraan berat.
Menurutnya, proses yang dilakukan saat pendistribusian material dengan jarak 8km berlangsung dua hari, dilakukan dengan gerobak, saling pikul dan jika air sedang pasang, maka material akan dihanyutkan. Setelah itu disusul dengan pendirian, yang dilakukan secara swadaya oleh warga selama 4 hari dan penarikan kabel menggunakan motor selama dua hari.
"Kabel digulung sekitar 50 m, menggunakan motor yang membawa sawit dan kabel diletakkan di motor," ceritanya.
Proses pemasangan listrik ini dilakukan selama 8 hari berturut-turut dibantu oleh warga desa dan terpasang sekitar 173 tiang listrik.
Menurut Humas PLN UIW Kalbar, Hendra M Fattah, yang menjadi kendala terberat PLN untuk menerangi Dusun Gayung Bersambut adalah dikarenakan faktor jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kendaraan berat.
Baca: Kementerian PUPR Tata Kawasan Kota Lama Semarang, Kini Siap Jadi Tuan Rumah Event Pariwisata
Jalan yang sempit dan jembatan yang ada tidak memungkinkan untuk bisa dilalui oleh kendaraan yang akan mendistribusikan material seperti tiang, trafo dan kabel listrik.
Selain itu terdapat pula kendala diinvestasi dan anggaran yang dimiliki PLN. Hal ini dilihat dari berapa banyak jaringan dan jarak yang akan dibangung, dan jumlah potensi pelanggan yang akan dialiri listrik.
Pada Juli kemarin, warga mulai bergotong royong membangun Lisdes secara suka rela tanpa paksaan dari PLN.
Ia sangat mengapresiasi semangat warga untuk memajukan dusun mereka yang selama ini hidup dalam cahaya remang lampu strongkeng. Walaupun, cara yang dilalui tidaklah mudah yakni dimulai dari proses pengangkutan, pendirian tiang, hingga proses penarikan kabel sepanjang 8km.
"Dukungan yang luar biasa dari warga dusun menjadi semacam pertimbangan khusus. Melihat dari antusiasme masyarakat yang besar mendukung PLN," ungkapnya.
Ia berharap dusun-dusun lain yang belum terlistriki dapat menjadikan Dusun Gayung Bersambut ini sebagai contoh dan acuan untuk dusun mereka.
Tak lupa ia mengingatkan kepada seluruh warga agar berhati-hati kepada oknum yang akan mengambil keuntungan dengan cara illegal. Karena telah banyak terjadi kasus dusun yang tertipu janji manis oknum tertentu yang menjanjikan listrik PLN dan telah meminta dana yang tidak sedikit jumlahnya.
"Pak, jangan mudah percaya jika ada oknum yang menawarkan jasa bisa mengurus pasang listrik dengan cara yang mudah, cepat dan murah namun ujung-ujungnya merugikan masyarakat. Nanti akan ada sosialisasi resmi dari PLN Unit Layanan setempat terkait proses pengajuan pasang baru serta berapa biaya yang harus dikeluarkan warga," ungkap Humas PLN tersebut. (riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dusun-gayung-bersambut.jpg)