Suara Meningkat, PKS Akui Dapat Coattail Effect Pilpres

Lebih lanjut, terkait empat janji PKS ketika menang pemilu akan tetap didorong diparlemen, walau hasil pemilu menempatkan PDI Perjuangan sebagai pemen

Suara Meningkat, PKS Akui Dapat Coattail Effect Pilpres
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman bersama jajaran saat diwawancarai di Hotel 95 Pontianak, Sabtu (24/8/2019). 

Suara Meningkat, PKS Akui Dapat Coattail Effect Pilpres

PONTIANAK - Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman tak menampik jika pihaknya mendapat Coattail Effect atau efek ekor jas dari hasil Pilpres 2019 dan berdampak pada raihan suara partai yang dipimpinnya.

"Jadi saya sampaikan ini multi faktor, banyak faktor, baik dukungan ulama, dukungan umat, karena ikut di 02, kerja kader dan sebagainya, saya rasa semua, tinggal tentu ada porsinya. Kita mengapresiasi semua itu, kita mengakui ini kontribusi banyak pihak," katanya, Sabtu (24/08/2019) di Pontianak.

Diterangkan dia, dari sisi suara PKS meningkat 3 juta suara dari sebelumnya 8,5 juta suara menjadi 11,5 juta, berarti 35 persen. Sementara kursi di DPR naik 25 persen dari 40 menjadi 50 kursi.

Lebih lanjut, terkait empat janji PKS ketika menang pemilu akan tetap didorong diparlemen, walau hasil pemilu menempatkan PDI Perjuangan sebagai pemenang.

"Kemarin walaupun kita sampaikan kalau PKS menang, akan kita perjuangkan, kenyataanya PKS tidak menang, tapi kita PKS tetap bertekad memperjuangkan itu," tutur Sohibul Imam

Baca: Kementerian PUPR Tata Kawasan Kota Lama Semarang, Kini Siap Jadi Tuan Rumah Event Pariwisata

Baca: Walhi Menanti Pernyataan Tegas Gubernur Kalbar Terkait Kasus Karhutla

"Saya sudah perintahkan legislatif terpilih tingkat RI begitu dilantik kemudian ada pertemuan membahasas program legislasi nasional (prolegnas) maka seluruh anggota PKS harus memperjuangkan empat janji kampamye itu masuk ke dalam prolegnas selama lima tahun kedepan, Jadi kami tentu memperjuangkan itu," kata Sohibul Iman.

Untuk diketahui, empat janji itu ialah pembebasan pajak STNK roda dua, kemudian pemberlakuan SIM seumur hidup, perlindungan ulama, tokoh agama dan simbol agama, serta janji keempat ialah masyarakat yang berpenghasilan Rp. 8 juta ke bawah pajak penghasilannya dihapuskan.

"Empat hal itu membutuhkan payung undang-undang, nanti itu semua harus masuk ke prolegnas," tukasnya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved