Wabup Yohanes Ontot Pimpin Apel Pagi di Posko TRC BPBD Sanggau, Sampaikan Hal Berikut

Hadir juga Sekretaris BPBD Sanggau, Bernadus Anggoi dan peserta apel dari TRC BPBD Sanggau.

Wabup Yohanes Ontot Pimpin Apel Pagi di Posko TRC BPBD Sanggau, Sampaikan Hal Berikut
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua Satgas Penanganan Karhutla yang juga Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot saat memimpin apel pagi di Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sanggau di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (20/8/2019). 

Wabup Yohanes Ontot Pimpin Apel Pagi di Posko TRC BPBD Sanggau, Sampaikan Hal Berikut

SANGGAU - Ketua Satuan Tugas (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kabupaten Sanggau yang juga  Wakil Bupati Sangggau Yohanes Ontot memimpin apel pagi di Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sanggau di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (20/8/2019).

Hadir juga Sekretaris BPBD Sanggau, Bernadus Anggoi dan peserta apel dari TRC BPBD Sanggau. Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menyampaikan, dari 34 perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri yang beroperasi di Kabupaten itu, baru 4 perusahaan yang sudah menyumbang masker standar untuk penanganan Karhutla."Perusahaan tersebut adalah PT Bumi Tata Lestari (BTL), PT Agrina Sawit Persada (ASP), PT SISU 2 dan PT Agri Sentral Lestari, "katanya.

Ontot menjelaskan, batas akhir penyerahan masker tersebut pada tanggal 20 Agustus 2019.

"Nanti kita lihat hari ini, kita tagih terus, saya minta BPBD tagih terus. Tapi saya yakin karena mereka sudah sepakat kemarin, Ya mudah-mudahan jangan janji tinggal janji,"ujarnya.

Baca: Terkait Dibatalkanya Open Bidding Kepala DBM SDA Sanggau, Ini Kata Wakil Bupati Yohanes Ontot

Baca: Ucapkan Selamat HUT ke-11, Yohanes Ontot:Tribun Pontianak jadi Media Favorit Masyarakat Sanggau

Ia menambahkan bahwa masker yang sudah diterima akan diperuntukan untuk petugas Karhutla di lapangan. Karena memang resiko petugas di lapangan yang berjibaku dengan api dan asap itu sangat luar biasa.

Ontot menjelaskan bahwa Karhutla tidak hanya terjadi pada musim kemarau, Akan tapi juga berpotensi terjadi di musim hujan, meskipun tidak masif.

Kendati begitu strategi penanganan Karhutla baik musim kemarau ataupun musim hujan harus dijalankan.

Baca: Wakil Bupati Yohanes Ontot Letakan Batu Pertama Pembangunan SMKN di Noyan, Kabupaten Sanggau

Baca: Jelang Lebaran, Yohanes Ontot Pimpin Sidak Pasar Tradisional dan Mini Market

"Harus ada persiapan, baik dari sisi manusianya, pelaratannya maupun pembiayaannya dan strategi yang harus kita buat. Termasuk mapping untuk kita bisa meningkatkan mitigasi terhadap bencana,"tuturnya.

Ke depan dalam penanganan Karhutla, Wabup menginginkan penanganan disesusuaikan dengan kondisi di lapangan. Kita tidak boleh lagi menunggu kebakaran terjadi, tapi sudah kita awasi disitu.

"Misalnya daerah-daerah yang rawan terbakar akan kita awasi, ke depan nanti seperti itu. Jadi tidak ada lagi cerita nunggu kebakaran baru kerja, ngejar ke lokasi saja sudah habis waktu," pungkasnya. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved