LPMP Nilai Olahraga Penting Sebagai Peningkatan Nilai Karakter

Dalam pelaksanaan kegiatan Pertandingan Sepak Bola Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019

LPMP Nilai Olahraga Penting Sebagai Peningkatan Nilai Karakter
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Panitia GSI Anton (kiri) dan Kepala LPMP Drs. Aristo Rahadi M. Pd (kanan) 

LPMP Nilai Olahraga Penting Sebagai Peningkatan Nilai Karakter

PONTIANAK - Dalam pelaksanaan kegiatan Pertandingan Sepak Bola Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019, yang dimulai tanggal 20-24 Agustus 2019, di lapangan sepak bola Sultan Syarif Abdurrahman (SSA).

Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat, sebagai lembaga yang juga turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut melalui Kepala lembaganya Drs. Aristo Rahadi menanggapi sedikitnya Kabupaten/Kota yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia optimistis meskipun pada tahun ini jumlah kontingen yang hadir hanya 7, namun semangat para peserta jauh lebih meningkatkan dibanding tahun sebelumnya. Selasa (20/8/2019)

"Saya yakin tahun depan seluruh Kabupaten akan ikut. Karena motivasi peserta semakin tampak.  Jadi secara kualitas ada peningkatan meskipun secara kuantitas ini tetap. Tapi semangat bertanding mereka juga semakin nampak," ujarnya.

Baca: VIDEO: Cuplikan Pertandingan Landak Vs Kubu Raya

Baca: Konvoi Merdeka CB150R Ikut Meriahkan Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia

Baca: Perut Rata Shandy Aulia saat Hamil 4 Bulan jadi Sorotan, Istri David Herbowo Ancam Polisikan Netizen

Ia juga menjelaskan sebagai kompetisi tahunan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut juga dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

"Pada kompetisi tingkat provinsi ini kita akan menentukan juaranya, dan akan kita pilih pemain-pemain terbaik yang akan kita kirim untuk menjadi perwakilan di tingkat nasional," ucapnya.

Dirinya juga menanggapi terkait kontingen asal Kota Pontianak yang tidak ikut berpartisipasi, padahal jika dilihat dari lokasi pelaksanaan kegiatan. Pontianak merupakan tuan rumah yang sejatinya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri.

"Nanti coba saya koordinasi lagi alasannya kenapa. Karena ini kan sudah di buka pendaftaran online nya sudah lama. Mungkin karena pergantian pengelola saja sehingga belum bisa berpartisipasi, jelasnya.

Aristo juga menyampaikan bahwa dalam kompetisi tersebut, tidak hanya kegiatan olahraga tetapi kegiatan tersebut juga memiliki arti penting.

Dimana tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan siswa juga meningkatkan nilai pendidikan karakter.

"Peningkatan nilai karakter ini kan bukan berupa mata pelajaran justru sesungguhnya itu melalui olahraga seperti ini. Dimana ada kerjasama, kompetisi, sportifitas, kejujuran, terutama saling toleransi, masing-masing mengaku kelebihan dan Kekurangan, saya rasa itu yang bisa kita ambil. Sehingga anak tidak hanya berkembang dalam akademik tetapi juga non akademik," tutupnya. (Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved