Yuk, Dukung Terus Program JKN-KIS

Beruntunglah keluarganya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dengan dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang diperolehnya

Yuk, Dukung Terus Program JKN-KIS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Peserta PPU, Rina Susanti (27) 

Yuk, Dukung Terus Program JKN-KIS

SINTANG - Profesi sebagai ibu rumah tangga mengharuskan Rina Susanti (27) warga Kabupaten Sintang berpikir kritis mengatur perekonomian keluarga.

Pengeluaran tidak hanya soal kebutuhan pokok sehari-hari, ada juga pengeluaran yang tidak terduga yang sewaktu-waktu harus ditanggung sehingga membuatnya harus memiliki tabungan.

Beruntunglah keluarganya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dengan dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang diperolehnya karena suami bekerja di salah satu perusahaan swasta.

Sebab itu, dirinya tidak perlu khawatir lagi mengenai persoalan pengeluaran tak terduga akibat biaya pengobatan tatkala sakit.

Baca: BPJS Kesehatan Pontianak Paparkan Pentingnya Menjadi Peserta JKN-KIS Dihadapan Mahasiswa Baru

Baca: Teknologi Zaman Now Menyulap Pelayanan Kesehatan Era JKN-KIS Jadi Lebih Efektif

"Beruntung sekalilah zaman sekarang ini ada program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), lebih enak karena kita sekeluarga terlindungi. Jadi ketika saya, anak, dan suami ada yang sakit tidak perlu menguras tabungan lagi untuk biaya berobat. Bagi saya ini sangat meringankan beban keluarga kecil kami dan keluarga di seluruh Indonesia," jelasnya.

Bercerita soal pengalaman, Rina mengaku sudah pernah menggunakan Kartu JKN-KIS kala anaknya menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan harus dirawat selama empat hari di rumah sakit.

Menurutnya, saat itu pelayanan yang diberikan cukup baik dengan tidak dibeda-bedakan dengan pasien lainnya, serta kepengurusan administrasi yang juga cukup mudah.

Baca: 85 Hari di Inkubator, JKN-KIS Jamin Seluruh Biayanya

Baca: Siap Bantu Pemerintah, Nurhaliza Ajak Masyarakat Yang Belum Mendaftar JKN-KIS

"Pelayanannya bagus dan saya merasa tidak dibeda-bedakan dengan pasien umum, daftar di rumah sakit nya juga mudah sekali hanya cukup menunjukkan kartu KIS dan KTP saja. Dari awal masuk sampai keluar semuanya gratis. Saya tanya kawan yang pernah rawat inap DBD tidak pakai BPJS Kesehatan atau Kartu JKN-KIS ini biayanya mahal, kalau gak salah sampai jutaan. Saya merasa beruntung banget punya JKN-KIS," pungkasnya.

Mari, dukung program JKN-KIS dengan segenap manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat lainnya dengan turut mendaftarkan diri anda dan keluarga agar memperoleh jaminan kesehatan yang tepat dan bermanfaat serta rutin membayar iuran setiap bulannya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved