Siap Bantu Pemerintah, Nurhaliza Ajak Masyarakat Yang Belum Mendaftar JKN-KIS

”Saya sudah hampir 2 tahun memiliki dan menggunakan kartu JKN-KIS saat saya maupun anak saya sakit.

Siap Bantu Pemerintah, Nurhaliza Ajak Masyarakat Yang Belum Mendaftar JKN-KIS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Nurhaliza dan Marsela 

Siap Bantu Pemerintah, Nurhaliza Ajak Masyarakat Yang Belum Mendaftar JKN-KIS

SINTANG – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 terbukti telah dikenal banyak masyarakat.

Kehadirannya membuka akses yang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh perlindungan finansial pelayanan kesehatan.

Nurhaliza (55) dan Marsela (23) adalah warga Dusun Empunak Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang ini menjadi peserta JKN-KIS yang berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI –APBN) sejak tahun 2017 lalu.

Baca: Panitia Gawai Dayak Audiensi ke Polres Sekadau, Ini Yang Dibicarakan

Nurhaliza yang mengisi kegiatannya sehari-hari sebagai petani ini mengaku bahwa ia dan anaknya telah merasakan pengalaman berobat menggunakan Kartu JKN-KIS.

Saat ditemui oleh tim Jamkesnews dikediamannya ibu dan anak ini dengan senang hati menceritakan bahwa mereka tidak mengalami kendala sama sekali selama selama berobat di fasilitas kesehatan serta mendapatkan pelayanan yang cukup baik dengan menaati prosedur yang telah ditetapkan.

”Saya sudah hampir 2 tahun memiliki dan menggunakan kartu JKN-KIS saat saya maupun anak saya sakit. Saya dan keluarga merasa sangat beruntung karena telah menjadi peserta JKN-KIS, seperti mendapatkan jaminan untuk biaya pengobatannya serta mendapati pelayanan yang baik di puskesmas dan rumah sakit dengan tidak dibeda-bedakan sama sekali. Dari kartu sekecil ini, siapa sangka manfaatnya luar biasa. Saya sangat berterima kasih dengan adanya program JKN-KIS ini saya bisa berobat gratis tanpa harus memikirkan biaya, keluarga kami tidak tahu harus mencari biaya pengobatan kemana untuk berobat apabila tidak ada program JKN-KIS,” ungkap Nur

Sejak 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan telah menyelenggarakan program JKN-KIS dengan memastikan seluruh peserta mendapatkan akses dan mutu layanan kesehatan yang baik. Sampai dengan saat ini, jumlah peserta program JKN-KIS se-Indonesia telah mencapai lebih dari 218 juta jiwa.

"Saya siap bantu pemerintah untuk mengajak masyarakat yang belum mau mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS untuk mendukung berlangsungnya program JKN-KIS, karena masih banyak masyarakat yang tidak mampu dan sangat membutuhkan program ini di luar sana. Untuk BPJS Kesehatan selaku penyelenggara program JKN-KIS agar terus maju dengan tetap menggiatkan program ini. Saya juga berharap masyarakat lainnya juga bisa rutin membayarkan iuran agar dapat bergotong royong dalam membantu sesama yang tidak mampu dan membutuhkan uluran tangan," tutup Nur

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved