Ceritakan Kenangan Saat Angkat Senjata, Sukur Minta Pemerintah Perhatikan Veteran di Sambas

Sukur menceritakan tentang beratnya pertempuran bersenjata yang dialaminya di wilayah Sanggau Kapuas, Bengkayang dan lain-lain pada tahun 1963-1965.

Ceritakan Kenangan Saat Angkat Senjata, Sukur Minta Pemerintah Perhatikan Veteran di Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Sambas, Sukur (74), Sabtu (17/8/2019). 

Ceritakan Kenangan Saat Angkat Senjata, Sukur Minta Pemerintah Perhatikan Veteran di Sambas

SAMBAS - Di momentum 17 Agustus, peringatan HUT Ke-74 Republik Indonesia. 

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Sambas, Sukur (74) mengatakan saat ini Veteran Sambas belum di perhatikan oleh pemerintah. 

Sebelumnya, Sukur menceritakan tentang beratnya pertempuran senjata di wilayah Sanggau Kapuas, Bengkayang dan lain-lain pada tahun 1963-1965.

Menurutnya, pada waktu itu baru berdiri Batalyon 641, 642 dan 643.

Baca: Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Sambas Sukses Dilakukan

Baca: Cerita Suporter Asal Sambas Bawa Pesan Ujung Negeri saat Dukung Timnas U-18 Indonesia di Vietnam

Dan pada waktu itu, seluruh anggota Batalyon adalah bujangan dan baru saja di angkat menjadi tentara. 

"Tahun 63 sampai 65 itu kita ada pertempuran dengan Malaysia, kita kurang lebih 200 orang bujangan semua itu dijadikan tentara di wilayah Bengkayang," ujarnya, Sabtu (17/8/2019).

Ia menceritakan, di kesempatan itu setiap malamnya tidak kurang dari ratusan peluru yang menghujani malam-malam mereka.

Oleh karenanya, ia berharap dengan 74 tahun usia kemerdekaan ini bisa di isi dengan kemerdekaan yang sepenuhnya. 

"Kemerdekaan itu bagi mereka yang merdeka. Karena di pembukaan UU 1945 menyatakan bahwa mengantarkan sampai kedepan pintu gerbang kemerdekaannya. Jadi kalau masih tidak bebas berpendapat dan lain sebagainya kita itu masih belum merdeka," tegasnya. 

Baca: Suporter Asal Sambas Ini Rela Jauh-jauh ke Vietnam Dukung Timnas Indonesia Hadapi Malaysia, Salut!

Baca: ICMI Sambas Prihatin Terhadap Kasus Cabul Yang Libatkan Aparat Pemerintahan

Untuk itu, ia meminta kepada kaum muda agar bisa mengisi kemerdekaan Indonesia dengan sebaik-baiknya. 

Dan bisa mengisi kemerdekaan Indonesia dengan perbuatan-perbuatan yang baik dan penuh inovasi. 

Di kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Veteran di Sambas masih belum di perhatikan. Oleh karenanya ia berharap dari pemerintah daerah bisa memberikan perhatiannya kepada veteran. 

"Jumlah veteran di Sambas yang terdata itu sekitar 104 orang, kemarin ada meninggal 2 orang jadi tersisa 102 orang. Kami belum di perhatikan, kalau Kesejahteraan jangan lagi ditanya. Perhatian kepada kami bukan untuk kesejahteraan saya, dan lain sebagainya. Tapi ini untuk semuanya," katanya. 

"Ini kami kalau ada yang meninggal dan lain sebagainya kami mengeluarkan uang pribadi untuk menjenguk dan lain sebagainya. Termasuk untuk undangan seperti ini, untuk hal-hal yang seperti ini kami maksudkan agar di perhatikan," tutupnya.  

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved