ICMI Sambas Prihatin Terhadap Kasus Cabul Yang Libatkan Aparat Pemerintahan

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Sambas, Misni Safari mengaku prihatin terhadap kasus cabul

ICMI Sambas Prihatin Terhadap Kasus Cabul Yang Libatkan Aparat Pemerintahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Misni Safari saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (24/1/2019). 

ICMI Sambas Prihatin Terhadap Kasus Cabul Yang Libatkan Aparat Pemerintahan

SAMBAS - Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Sambas, Misni Safari mengaku prihatin terhadap kasus cabul yang di lakukan oleh oknum camat di Kabupaten Sambas.

"Pertama kita cukup prihatin terhadap kejadian ini. Karena ada aparat pemerintah yang melakukan perbuatan cabul," ujarnya, Jum'at (16/8/2019).

Menurutnya, hal seperti itu seharusnya tidak terjadi. Karena mengingat sebagai seorang ASN mestinya bisa memberikan teladan kepada masyarakat maupun ASN lainnya.

Namun demikian, Misni Safari mengatakan hal-hal seperti itu terjadi mungkin saja karena banyak faktor.

Baca: HMI Sambas Desak Oknum Camat Cabul Segera Ditahan

Baca: Lintas Instansi dan Masyarakat Perbatasan Ziarahi Ke TMP Balai Karangan

Baca: Stella Maris School Pontianak Rayakan HUT RI Bersama Orang Tua

"Saat ini memang cukup tinggi (Kasus Cabul-Red), mungkin karena banyak faktor," katanya.

Untuk itu, Misni mengajak agar sama-sama memperbanyak ilmu agama untuk membentengi diri dari hal-hal yang tidak di inginkan seperti itu.

"Tapi yang lebih penting harus banyak belajar tentang agama. Karena setiap saat kejahatan bisa mengintai kita, maka kita harus kuat menjaga diri kita, lingkungan dan keluarga kita. Dan itu sudah di jelaskan di dalam Kitab suci umat Islam," bebernya.

"Dan terlebih lagi ini di lakukan oleh aparat pemerintah, maka seharusnya mereka bisa jadi contoh dan teladan masyarakat. Itu yang membuat kita prihatin," ungkap Misni.

Pria yang juga Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga meminta kepada Bupati agar bisa memberikan dorongan agar hal-hal serupa tidak lagi terjadi.

"Dan Bupati dalam hal ini, kita harapkan selalu mendorong menjaga Akhlakul Karimah. Dan ini juga menjadi cambuk buat kita, bahwa pemerintah daerah harus betul-betul memberikan dorongan dan mengingatkan agar selalu menjalankan perintah-perintah agama dan menjauhi larangannya," katanya.

Sementara itu, menyinggung proses hukum ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

"Dari sisi hukum, saya kira kalau betul melanggar hukum silahkan di proses secara hukum sehingga bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Jangan sampai terjadi pada kita, teman-teman kita, pejabat pemerintah dan Aparatur Sipil lainnya," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved