Liputan Khusus

Guru Honorer Belum Merdeka, Gaji Sebulan Cuma Rp 300 Ribu

Ia berharap, agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat bisa fokus mencarikan solusi bagi nasib guru honorer.

Guru Honorer Belum Merdeka, Gaji Sebulan Cuma Rp 300 Ribu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Ribuan guru gelar aksi damai beberapa waktu lalu 

Sehingga lambat-laun dapat menurunkan wibawa dan martabat seorang guru.Ia mengatakan, dalam berbagai kebijakan, Bayu menilai perhatian pemerintah belum sungguh-sungguh dan serius memperhatikan nasib guru honorer.

Dampaknya justru sebaliknya, semakin memperpanjang catatan dan masalah perjalanan nasib guru honor di negeri ini. 

Ia berharap, agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat bisa fokus mencarikan solusi bagi nasib guru honorer.

"Mungkin ada baiknya pemerintah lebih memfokuskan dan memproritaskan pembinaan organisasi guru honor, peningkatan kompetensi, profesionalisme, peningkatan status dan kesejahteraan guru honor secara bertahap dan merata," katanya.

Setia Profesi
Rury Refianti, ibu dua anak sudah mengajar di Madrasah Aliyah (MA) Mujahidin Sintang sejak tahun 2014. Artinya sudah lima tahun dirinya memilih menjadi guru honorer dan setia dengan profesinya.

Rury sehari-harinya mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya. Dalam satu pekan, dirinya mendapat jatah mengajar selama 17 jam pelajaran. Namun jika dibandingkan dengan gaji yang diterima tentu belum sepadan.

"Kalau untuk gaji, kami guru honorer sangat luar biasa miris karena kami bukan PNS. Kami dibayar hanya mengandalkan dana BOS. Satu jamnya itu kami dibayar Rp 25 ribu, kalau saya mengajar 17 jam," katanya.

Artinya meskipun mengajar 17 jam dalam sepekan, dirinya hanya digaji sebesar Rp 425 ribu perbulan. Selain gaji, Rury mengaku memang ada tambahan tunjangan lain, namun jumlahnya pun tidak begitu besar untuk tambahan.

"Ada tunjangan sebagai wali kelas sebesar Rp 30.000. Lalu alhamdulillah baru tahun ini saya terima dari Kemenag melalui pemberkasan sebesar Rp 250.000 perbulan, dibayar kadang tiga bulan sekali," terangnya.

Jika ditotal jumlahnya, perbulan Rury hanya mendapatkan gaji sebesar Rp 705.000. Dengan gaji yang kecil, memang menjadi pertanyaan dirinya tetap bertahan sebagai seorang guru. Namun dengan lugas Rury memberi alasannya.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved