SMK-SMTI Pontianak Jadi Tim Penyusun Kurikulum Industri 4.0

Revolusi industri ke empat atau lebih dikenal dengan industri 4.0 saat ini menjadi tantangan bagi generasi milenial di Indonesia.

SMK-SMTI Pontianak Jadi Tim Penyusun Kurikulum Industri 4.0
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Tim Penyusun kurikulum, kepala SMK SMTI Pontianak, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian Kepala Pusdiklat Sekolah Industri di Hotel Aryaduta Village, Tangerang 

SMK-SMTI Pontianak Jadi Tim Penyusun Kurikulum Industri 4.0

PONTIANAK - Revolusi industri ke empat atau lebih dikenal dengan industri 4.0 saat ini menjadi tantangan bagi generasi milenial di Indonesia.

Industri selaku pelaku usaha, mencoba mengembangkan produk-produk terbaik mereka untuk tetap bertahan dalam era digital saat ini. Tidak hanya kalangan industri yang dituntut untuk melakukan perubahan, pendidikan juga menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia.

SMK SMTI Pontianak yang merupakan salah satu sekolah vokasi di bawah binaan Kementerian Perindustrian terus melakukan inovasi untuk menciptakan SDM unggul dalam menghadapi industri 4.0.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh SMK SMTI Pontianak adalah dengan mengikuti kegiatan forum guru dan dosen untuk menyusun kurikulum industri 4.0.

Baca: HUT Pramuka ke-58 di Gor Opu Daeng Manambon, Bupati Erlina: Pramuka Harus Miliki Jiwa Patriotisme

Baca: UPDATE Klasemen Shoppe Liga 1 : Persib Disalip PSM Makassar & Persija, Arema FC Posis 6, Persija ?

Baca: Video Mesum Wanita Garut Digilir 3 Pria Ternyata Ada 44 Video, Dijual Rp 50 Ribu per Video di Medsos

Forum guru dan dosen yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta Village, Tangerang sejak tanggal 12 sampai 13 Agustus 2019 ini diikuti oleh sekolah, politeknik, dan akademi komunitas yang berada di bawah binaan Kementerian Perindustrian.

Dalam kegiatan ini, guru dan dosen merancang kurikulum industri 4.0 untuk dapat diimplementasikan di lingkungan pendidikan.

Tidak hanya dari sekolah, politeknik, dan akademi komunitas, kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen Intitut Teknologi Bandung, serta dari kalangan industri seperti Sneider, Festo, dan TuV. Dengan adanya beberapa unsur tersebut, Kementerian Perindustrian dalam hal ini Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyepakati untuk menambahkan beberapa materi pembelajaran kepada siswa dan mahasiswa agar tidak tertinggal dalam pengetahuan.

Salah satu materi yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran adalah materi terkait dasar industri 4.0. Melalui materi ini, diharapkan siswa maupun mahasiswa dapat mengetahui sejarah revolusi industri hingga tantangan ke depan yang akan dihadapi terkait penerapan industri 4.0 di Indonesia.

Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian menyampaikan, dengan adanya materi pembelajaran tersebut, diharapkan guru maupun dosen dapat mengimplementasikan industri 4.0 semaksimal mungkin di lingkungan pendidikan.

Harapanya adalah lulusan siswa maupun mahasiswa dapat bersaing secara global dan menguasai pangsa tenaga kerja di ASEAN.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved