Berkolaborasi Adakan Training of Trainer Awali Potensi HHBK di 12 Desa

Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup

Berkolaborasi Adakan Training of Trainer Awali Potensi HHBK di 12 Desa
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Para peserta pelatihan atau Training of Trainner untuk menggali potensi HHBK di 12 desa di kecamatan Sukadana dengan memakai pendekatan CLAPS (Community Livelihood Appraisal and Product Scanning). 

Citizen Reporter
Yayasan Palung Petrus Kanisius

Berkolaborasi Adakan Training of Trainer Awali Potensi HHBK di 12 Desa

KETAPANG - Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, berkolaborasi dengan Yayasan Palung dan Yayasan Pengembangan Sumber Daya Hutan Indonesia (NTFP-EP Indonesia) mengadakan kegiatan Training of Trainer (ToT) untuk menggawali potensi HHBK di 12 desa di kecamatan Sukadana dengan memakai pendekatan CLAPS (Community Livelihood Appraisal and Product Scanning).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor Yayasan Palung di Desa Pampang Harapan, Kabupaten Kayong Utara, pekan lalu, tepatnya tanggal 5-8 Agustus 2019.

Selama empat hari pelatihan, beberapa kegiatan dilakukan diantaranya seperti kunjungan ke salah satu pengrajin bambu di Desa Pampang Harapan, praktek cara validasi sebaran bambu di Desa Pampang Harapan. Selain itu, peserta diajak untuk melihat validasi sebaran pandan di Desa Pampang Harapan.

Baca: Wakil Bupati Aloysius Sampaikan Nota Pengantar KUA PPAS

Baca: Video Pamitnya Bikin Viral, Ria Ricis Curhat Tak Kuat Dibully Sudah Pegang Pisau Hampir Bunuh Diri

Baca: Disdukcapil Data Penduduk Permanen di Kota Pontianak

Setidaknya ada 26 orang peserta yang mengikuti pelatihan, peserta berasal dari Petani Meteor Garden, dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup para perajin yang tergabung dalam Ida Craft. Sedangkan sebagai narasumber adalah dari NTFP-EP Indonesia.

Direktur Program Yayasan Palung, Victoria Gehrke, mengatakan dirinya berterima kasih dengan terselenggaranya pelatihan CLAPS yang diselenggarakan oleh NTFP-EP Indonesia, dengan bantuan dari Whitley Fund for Nature.

"Teknik survei ini akan memberikan kami pemahaman, memetakan sumber daya alam untuk perencanaan manajemen pengelolaan lahan yang lebih baik untuk pembangunan berkelanjutan untuk masyarakat dan satwa liar di sekitarnya. Melalui pembinaan masyarakat dalam segala bagian dari proses, melakukan peninjauan untuk mengambil keputusan, dimana kita akan memperoleh kesuksesan jangka panjang untuk konservasi satwa liar," papar Victoria.

Selanjutnya ia pun berharap, dengan diadannya kegiatan ToT CLAPS ini sebagai salah satu cara untuk menciptakan fasilitator handal yang dapat menggali informasi mengenai potensi HHBK di wilayah Kayong Utara dengan menerapkan metode CLAPS.

Selain itu juga dengan adanya pelatihan untuk pelatih ini, kegiatan penggalian potensi hasil hutan bukan kayu yang ada diwilayah Kabupaten Kayong Utara bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah sendiri, berkolaborasi dengan Yayasan Palung dan NTFP-EP Indonesia.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved