Visum Ungkap Dugaan Penyebab Kematian Pria di Pasar Ikan Jungkat, Keluarga Putuskan Tak di Autopsi

Mayat tersebut mengapung di sela-sela kapal, dalam posisi telungkup dan hanya kelihatan bagian kepala dan pundaknya saja.

Visum Ungkap Dugaan Penyebab Kematian Pria di Pasar Ikan Jungkat, Keluarga Putuskan Tak  di Autopsi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Korban berinsial AS alias Juin (42) yang ditemukan tewas mengapung di sungai Jungkat saat di visum oleh tenaga medis di Puskesmas Jungkat, Selasa (13/8/2019). 

Visum Ungkap Dugaan Penyebab Kematian Pria di Pasar Ikan Jungkat, Keluarga Putuskan Tak  di Autopsi

MEMPAWAH -Dua orang pria yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah yakni Tarmijan dan Rusdi terkejut ketika hendak merapat ke bagan (dermaga_red) pasar ikan Jungkat, melihat mayat mengapung di dekat penambatan tali kapal, Selasa (13/8/2019).

Tarmijan saat itu hendak membawa kapal ikannya merapat ke bagan, ketika mau mengikat tali kapal dia melihat sesosok mayat mengapung di sungai Jungkat.

Karena takut terjadi apa-apa, dia memanggil temannya Rusdi dan melaporkan bahwa ada mayat mengapung, setelah bersama-sama mereka memeriksa ternyata benar ada mayat laki-laki yang mereka temukan tanpa baju.

Baca: Diperkirakan Ratusan Rumah Rusak di Terjang Puting Beliung, Ini Kata Kepala Dusun

Baca: VIDEO: KRI Lemadang Tiba di Pontianak, Begini Proses Penyambutanya

Mayat tersebut mengapung di sela-sela kapal, dalam posisi telungkup dan hanya kelihatan bagian kepala dan pundaknya saja.

Tarmijan dan Rusdi khawatir terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, akhirnya mereka memanggil warga sekitar pasar ikan, dan melaporkan kepada pihak kepolisian di Sektor Siantan.

Beramai-ramai warga sekitar kemudian mengangkat mayat pria tersebut dari dalam air, dari situlah baru banyak orang berspekulasi dan mengaku ada yang kenal dengan mayat pria tersebut.

Kapolsek Siantan, Iptu Tarminto saat diwawancarai Tribun mengatakan, ketika itu anggotanya sedang melaksanakan piket rutin tiba-tiba mendapat laporan dari masyarakat, bahwa ada ditemukan mayat pria yang mengapung di sungai.

"Anggota kita dari Unit Reskrim langsung pergi ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, ternyata benar mayat tersebut adalah seorang laki-laki yang diduga tewas tenggelam," ujarnya.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan membawa mayat tersebut ke Puskesmas Jungkat untuk dilakukan visum luar.

"Dugaan kita korban ini tewas karena tenggelam, karena selama dilakukan visum luar hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ujarnya.

Iptu Tarminto mengatakan, pihaknya juga sudah mendapatkan identitas korban, dimana korban adalah warga Jalan Pendidikan, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan berinisial AS alias Juin (42).

"Identitas korban kita dapatkan dari keluarga korban, dimana keluarga korban juga mebgakui bahwa Juin mempunyai riwayat sakit ayan yang diderita selama kurang lebih dua tahun," ungkapnya.

Karena yakin korban meninggal disebabkan karena penyakit ayan yang di deritanya kambuh, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

Pihak kepolisian kemudian bermusyawarah dengan keluarga dan akhirnya dibuatlah surat pernyataan penolakan otopsi oleh pihak keluarga korban.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved