Kunjungi Pontianak, Menteri Kesehatan Bahas Penguatan Program Kesehatan Pusat dan Daerah

Bagaimana kita memberi pelayanan kesehatan dengan kemajuan teknologi yang harus kita manfaatkan.

Kunjungi Pontianak, Menteri Kesehatan Bahas Penguatan Program Kesehatan Pusat dan Daerah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek 

Kunjungi Pontianak, Menteri Kesehatan Bahas Penguatan Program Kesehatan Pusat dan Daerah 

PONTIANAK - Menteri Kesehatan RI, Prof Nila Juwita Moeloek berkunjung ke Pontianak dalam rangka pertemuan untuk penguatan program kesehatan pusat dan daerah bersama Kementrian Kesehatan RI di Hotel Mercure, Senin (12/8/2019).

Prof Nila mengatakan memilih Pontianak untuk dikunjungi sebenarnya untuk melanjutkan  bagaimana membuat rencana kerja Kementrian Kesehatan di bidang kesehatan antara pusat dan daerah untuk satu sinergi.

Baca: Ada Peningkatan Jumlah Kursi, Usman: Demokrat di Kubu Mendapat Kepercayaan Masyarakat

Baca: Visum Ungkap Dugaan Penyebab Kematian Pria di Pasar Ikan Jungkat, Keluarga Putuskan Tak di Autopsi

"Kita lihat bagaimana kita harus melakukan suatu peningkatan pelayanan kesehatan, namun kita menyadari dalam pelayanan kesehatan ini adanya SDM kesehatan, adanya sarana dan prasana dan harus memenuhi formasi kesehatan serta bagaimana mengelola suatu menagemen dan tentu juga regulasi pembiayaan sistem informasi yang semua ini untuk mendukung bidang kesehatan," ujar Nila Juwita Moeloek

Ia mengataan saat ini sudah memulai dengan adanya rencana kerja Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kemudian mencoba menguraikan dan mendengar visi dari Presiden dan tentunya terkait bagaimana tujuan dan strategi yang akan  dilakukan dibidang kesehatan.

"Pada Rakerkes 2019 kita sepakati untuk mengatasi TBC (Tuberkulosis), imunisasi, angka kematian ibu dan anak, penyakit tidak menular dan ditekankan oleh presiden dimana angka kematian ibu dan stunting merupakan suatu masalah yang belum terselesaikan dan masih saja menjadi masalah," tambah  Nila Juwita Moeloek.

Dalam hal ini ia katakan sangat memerlukan regulasi, evaluasi , monitor, bimbingan teknis dalam hal ini terkait sarana prasarana dan juga harus selaras antara program pusat sampai Kabupaten kota yang akhirnya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat .

"Kita lakukan usaha ini dengan kemajuan teknologi.  Bagaimana kita memberi pelayanan kesehatan dengan kemajuan teknologi yang harus kita manfaatkan. Teknologi juga dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan ," ujarnya.

Baca: Usman Pastikan Sinergi dengan Bupati Untuk Kemajuan Kubu Raya

Ia mengatakan pihak kementrian kesehatan sudah mencoba melakukan sinergi internal di bidang kesehatan.

"Tidak mungkin unit dan rumah sakit berjalan sendiri tetapi juga perlu dukungan dari SDM dan sebagainya dan juga hubungannya dengan pelayanan kesehatan. Saya sedih kalau puskesmas harus ditutup. Kalau menurut saya Puskesmas  harus tetap menjaga masyarakatnya agar tetap sehat itulah yang kita butuhkan .kita tidak mengharapkan masyarakat sakit tapi setidaknya kita bisa obati," jelasnya.

Ia juga mengundang Dinkes seluruh provinsi dan rumah sakit vertikal untuk melakukan kolaborasi pelaksanaan pembangunan antara pusat daerah.

"Kami mengharapkan perbaikan infrastruktur untuk perbaikan pelayanan kesehatan bukan hanya jalan saja tapi bagaimana menjangkau sampai ke pelosok. Hal ini sangat penting presiden hanya mengatakan infrastruktur menjangkau sampai pusat industri. Harapan lainnya juga terkait dengan akses untuk pelayanan kesehatan," ujarnya.

Lanjutnya menjelaskan bahwa presiden  mengatakan  tidak boleh ada lagi angka kematian ibu,anak dan stunting harus diturunkan . Karena Kesehatan adalah fundamental dasar dari kehidupan.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved