BPBD Sekadau Lakukan Pengecekan Titik Api yang Diduga Berada di Kawasan Perusahaan

Sasaran kita pelajar karena mereka turunnya pagi pulangnya siang. Sedangkan kadar udara yang jelek terjadi pukul 05.00 wib-10.00 WIB

BPBD Sekadau Lakukan Pengecekan Titik Api yang Diduga Berada di Kawasan Perusahaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Wakil Bupati Sekadau, Aloysius dan Sekda Kabupaten Sekadau, Zakaria membagikan masker di SMP Negeri 1 Sekadau Hilir.  

BPBD Sekadau Lakukan Pengecekan Titik Api yang Diduga Berada di Kawasan Perusahaan

SEKADAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau membagikan sebanyak 17.500 lembar masker kepada masyarakat terutama pelajar. 

Sasaran pembagian masker tersebut dilakukan ke sekolah-sekolah mulai tingkat TK, SD, SMP hingga SMA yang berada dalam kota Sekadau serta pengguna jalan dan dibantu oleh jajaran Polsek Sekadau Hilir.

"Sasaran kita pelajar karena mereka turunnya pagi pulangnya siang. Sedangkan kadar udara yang jelek terjadi pukul 05.00 wib-10.00 WIB," ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Sekadau, Eddy Prasetyo, Selasa (13/8). 

Baca: VIDEO: Puluhan Rumah Rusak Parah DiterJANG Angin Puting Beliung, Begini Kondisi di Lokasi Kejadian

Baca: BREAKING NEWS: Ketua DPRD Ketapang Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Kasus Yang Menjeratnya

Eddy mengatakan, masyarakat lain termasuk di kecamatan dapat dibagikan dengan menyampaikan permohonan kepada BPBD Sekadau. "Masker yang tersisa saat ini 25.000 lembar, kalau ada permintaan akan kami bagikan," katanya. 

Mengenai hotspot per Januari hingga 12 Agustus ia mengatakan  tercatat 95 hotspot di Kabupaten Sekadau. Dari jumlah tersebut, hotspot terbanyak di Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap. 

"Cuma titik hotspotnya tingkat kepercayaannya dari nol sampai 100 persen. Nanti dipilah lagi yang mana yang memang tingkat persennya besar," tuturnya.

Ia mengatakan yang dikgawatirkan titik api di kawasan HPL, dan Areal penggunaan lain bisa milik masyarakat ada juga milik perusahaan. Berdasarkan pemetaan dari Kementerian Lingkungan Hidup ada dua titik api yang terjadi dilingkungan perusahaan pada 4 Agustus lalu. 

"BPBD yang melakukan pengecekan langsung menggunakan navigasi menemukan titik api tersebut berada di lingkungan perusahaan. Namun, itu milik masyarakat, bukan kebun sawit. Jadi, lahannya berada di tengah-tengah kebun sawit. Warga buka ladang dibakar untuk persiapan menanam padi," katanya.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak membakar lahan karena kualitas udara saat ini kurang baik. Eddy meminta perusahaan tidak diam, perusahaan diminta untuk membantu penanganan titik api. 

"Berdasarkan instruksi Gubernur Kalbar ada sanksi bagi perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar," pungkasnya.(ian)
 

-- 

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved