Saptiko: Kebakaran Lahan di Pontianak Diperkirakan Mencapai 5-10 Hektare

Kita berharap mudah-mudahan tidak ada lagi kebakaran lahan di wilayah Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak, Saptiko 

Saptiko: Kebakaran Lahan di Pontianak Diperkirakan Mencapai 5-10 Hektare

PONTIANAK - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Saptiko menuturkan penanganan karhutla sudah dilakukan pihaknya bersama TNI-Polri. Mulai dari pencegahan, patroli rutin bersama TNI-Polri di kawasan rawan kebakaran lahan.

"Kami juga lakukan sosialisasi bersama camat dan lurah. Selain itu, sambil patroli kami juga sosialisasikan bahaya dan dampak karhutla," ujarnya.

Saptiko menambahkan pencegahan penanganan karhutla sudah dilakukan sejak Januari melakukan patroli bersa dengan personel TNI dan Polri.

Baca: Selama 2019, Polres Mempawah Tangani 3 Kasus Karhutla, Satu Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

Baca: Caleg Tak Puas Penetapan Calon DPRD Terpilih, Ruhermansyah: Bawaslu Bisa Buat Laporan

kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kota Pontianak spotnya masih terbilang kecil, tidak seluas tahun lalu. Ada empat titik kebakaran lahan, yakni di Pontianak Utara satu titik, di Pontianak Selatan dua titik dan di Pontianak Tenggara satu titik.

"Kita berharap mudah-mudahan tidak ada lagi kebakaran lahan di wilayah Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya," ujar Saptiko.

Ia memaparkan hingga Senin (12/8/2019) terdapat berkisar antara 5 hektare hingga 10 hektare yang tersebar di sejumlah titik di Kota Pontiana.

"Total ada sekitar sepuluh lokasi yang terjadi Kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak, luasnya tersebar kecil-kecil," ujar Saptiko.

Dirinya menambahkan beberapa penyulit saat memadamkan api di saat curah hujan yang sedikit saat ini adalah ketersediaan air. Terutama di wilayah kebakaran lahan di Jln Purnama II.

"Dikawasan Purnama II kita juga telah dibantu dengan dinas PU dengan eksafator untuk mencari sumber air, akan tetapi air yang tersedia juga terbatas," pungkas Saptiko.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved