Kabus Asap Semakin Tebal, Disdikporapar Kabupaten Mempawah Tak Kunjung Liburkan Sekolah

Kabut asap yang semakin tebal menyelimuti sekitar Kota Mempawah, sejumlah orang tua siswa ingin sekolah segera diliburkan

Kabus Asap Semakin Tebal, Disdikporapar Kabupaten Mempawah Tak Kunjung Liburkan Sekolah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
PLT Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Sawardi saat diwawancarai awak media. 

Kabus Asap Semakin Tebal, Disdikporapar Kabupaten Mempawah Tak Kunjung Liburkan Sekolah

MEMPAWAH - Kabut asap yang semakin tebal menyelimuti sekitar Kota Mempawah, sejumlah orang tua siswa ingin sekolah segera diliburkan, mengingat bahaya kabut asap yang dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Menjawab hal itu, PLT Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Sawardi mengatakan tidak menutup kemungkinan sekolah akan diliburkan jika sudah ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan yang menyatakan kabut asap sudah dalam ambang berbahaya.

"Terkait kabut asap ini, kalau memang sudah ada dari Dinas Kesehatan yang menyatakan bahwa ambang batas asap itu membahayakan, maka kita akan meliburkan siswa," ujarnya, Minggu (11/8/2019) pagi.

Baca: Salat Idul Adha 1440H di Mempawah Diselimuti Kabut Asap, Orangtua Minta Sekolah Diliburkan

Baca: Laksanakan Pameran, Komunitas Hewan Reftil Dapat Kunjungan Dari Polres Landak

Baca: Bhabinkamtibmas Tegur Pelanggar Lalu Lintas di Desa Dara Itam

Tetapi kata dia lagi, selama belum ada rekomendasi dari mereka, apalagi kondisi cuaca di pagi hari masih normal, berarti kita masih belum meliburkan siswa.

Dia tak menampik bahwa, sekarang ini masih ada kabut asap, namun menurutnya itu belum begitu membahayakan. Pihaknya kata dia akan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya.

"Kalau memang harus di liburkan ya kita liburkan, karena kabut asap ini memang membahayan anak-anak kita di usia sekolah," ucapnya.

Tidak menutup kemungkinan sekolah akan diliburkan dengan sistem tertentu, misalnya kata dia jika ada sekolah yang di wilayahnya sedang kabut asap tebal maka akan diliburkan.

"Bisa saja sistem libur yang kita terapkan disesuaikan dengan jalur dan lokasi tertentu, artinya tidak semua sekolah di liburkan, misalnya di suatu wilayah kabut asapnya tebal, maka di jalur itu akam kita liburkan," tuturnya.

Terakhir Sawardi mengimbau, selama musim kemarau dan kabut asap makin tebal, agar aktivitas belajar mengajar di luar sekolah dihentikan, dan diganti dengan teori dalam kelas saja.

"Seperti mata pelajaran olahraga, kalau kabut asap sudah tebal sebaiknya aktivitas di luar ruangan diganti dengan teori didalam kelas saja," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved