Salat Idul Adha 1440H di Mempawah Diselimuti Kabut Asap, Orangtua Minta Sekolah Diliburkan

Salat Idul Adha 1440 H di Kota Mempawah diselimuti kabut asap yang pekat, hal itu disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan

Salat Idul Adha 1440H di Mempawah Diselimuti Kabut Asap, Orangtua Minta Sekolah Diliburkan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Jamaah Muhammadiyah Kabupaten Mempawah melaksanakan salat Idul Adha 1440 H di lapangan Terminal Mempawah, karena diselimuti kabut asap, beberapa orang terlihat memakai masker, Minggu (11/8/2019). 

Salat Idul Adha 1440H di Mempawah Diselimuti Kabut Asap, Orangtua Minta Sekolah Diliburkan

MEMPAWAH - Salat Idul Adha 1440 H di Kota Mempawah diselimuti kabut asap yang pekat, hal itu disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di empat Kecamatan.

Berdasarkan data yang diterima Tribun dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Hermansyah, saat ini luas lahan terbakar mencapai 473.5 hektar.

"Karhutla di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur seluas 300 hektar, di Desa Anjongan Dalam, Kecamatan Anjungan seluas 150 hektar, di Desa Sungai Rasau, dan Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh seluas 15 hektar, di Parit Latong, Desa Wajok Hilir, Parit Mambo, Desa Wajok Hulu, dan Parit Baru, Desa Wajok Hulu Kecamatan Siantan seluas 8.5 hektar," paparnya.

Luas lahan yang terbakar semakin hari semakin meluas dan bertambah titik baru, hal itulah yang menyebabkan kabut asap semakin pekat menyelimuti sekitar Kota Mempawah, terutama di pagi dan dini hari.

Baca: Laksanakan Pameran, Komunitas Hewan Reftil Dapat Kunjungan Dari Polres Landak

Baca: Tim Satgas Karhutla Masih Berjibaku Padamakan Api di Singkawang

Baca: Tim Satgas Karhutla Masih Berjibaku Padamakan Api di Singkawang

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Sekolah Menengah Atas Negeri di Kecamatan Pengkadan

Sejumlah orang tua siswa merasa khawatir dengan kabut asap yang semakin pekat menyelimuti Kota Mempawah. Di pagi hari kabut asap sangat jelas terlihat, dan para orang tua merasa was-was dengan dampaknya terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Satu diantara orang tua siswa, Budiman Said (40) warga Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir mengaku sangat khawatir anaknya jatuh sakit akibat kabut asap. Sebab kata dia, beberapa anak tetangganya sudah mengalami batuk dan pilek salah satu tanda dan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

"Kita harap pemerintah segera mengambil tindakan cepat dengan bencana kabut asap yang sudah pekat di Kota Mempawah, terutama di pagi hari, mengingat waktu pagi anak-anak berada di luar rumah untuk berangkat ke sekolah," ujarnya.

Agar anaknya tidak terserang ISPA, Budiman telah mengambil langkah pencegahan dengan memberikan masker dan menyuruh anaknya selalu menggunakannya saat berada diluar ruangan.

"Terutama di pagi hari, saat berangkat sekolah, saya selalu pakaikan masker untuk anak saya, apalagi dia baru kelas empat SD tentu sistem kekebalan tubuhnya terhadap penyakit tidak seperti kita yang dewasa, anak-anak lebih rentan," katanya.

Senada dengan itu, Nurhaliza (38) warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur juga menginginkan pemerintah dan dinas terkait segera mengambil tindakan dengan mengkaji tingkat dan potensi bahaya kabut asap yang menyelimuti sekitar Kota Mempawah.

"Kalau ditanya was-was tentu kita merasa seperti itu, siapa sih yang merasa tidak takut anaknya sakit akibat kabut asap ini, saya rasa kalau pemerintah bilang tidak bahaya atau kabut asap belum berdampak itu perlu dipertanyakan," ujarnya.

Nurhaliza berharap pemerintah segera mengeluarkan surat edaran agar sekolah meliburkan siswa, jangan sampai kata dia, sudah banyak yang jatuh sakit akibat bencana kabut asap ini baru pemerintah mengambil tindakan.

"Kalau memang tidak bisa meliburkan semua tingkatan sekolah, saya rasa yang perlu perhatian lebih dan segera diliburkan adalah anak TK, SD dan SMP karena mereka tergolong rentan terserang ISPA," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved