Pembangunan Tol Supadio-Singkawang Jarak 145 KM Menemui Titik Terang, Ini Kata Sutarmidji

Perusahaan yang tertarik untuk berinvestasi membangun jalan tol tersebut adalah, Art. Tuhfah Ventures (Labuhan) Ltd.

Tayang:
Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Proses penandatanganan MoU pembangunan jalan tol antara Pemprov Kalbar bersama perusahaan asal Malasysia yang tertarik berinvestasi. 

Pembangunan Tol Supadio-Singkawang Jarak 145 KM Menemui Titik Terang, Ini Kata Sutarmidji

PONTIANAK - Proses pembangunan jalan bebas hambatan atau jalan tol jalur Supadio-Singkawang dengan panjang ruas sekitar 145 kilometer mulai menemui titik terang.

Perusahaan asal Malaysia tertarik untuk berinvestasi dan membangunnya.

Ketertarikan perusahaan asal negeri Jiran ini ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara perusahaan dengan Pemerintahan Kalimantan Barat dan disaksijan pula dengan pihak pemerintah Malaysia.

Perusahaan yang tertarik untuk berinvestasi membangun jalan tol tersebut adalah, Art. Tuhfah Ventures (Labuhan) Ltd.

Baca: Resmikan Wisma Keuskupan Sintang, Leysandri: Terus Tebarkan Kedamaian

Baca: Jokowi Pastikan Jumlah Menteri dari PDIP Paling Banyak di Kabinetnya

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menegaskan dengan adanya MoU ini sebuah langkah maju untuk mewujudkan pembangunan tol yang memang sudah dibutuhkan di Kalbar khususnya menghubungkan daerah pesisir.

"Pembangunan jalan tol ini memang menjadi perencanaan strategis nasional yang ada di Kalbar. Bahkan sekitar lima sampai enam titik perencanaan nasional yang ada di Kalbar terkait pembangunan jalan tol,"ucap Sutarmidji saat diwawancarai setelah melakukan MoU bersama pihak ketiga asal Malaysia yang didukung oleh Pemerintah Malaysia, Kamis (8/8/2019).

Pada pertemuan itu, Midji tertarik dengan rencana pembangunan yang diusulkan pihak Malaysia terkait pembangunan tol internasional yang melintasi Malaysia dan Kalimantan Barat.

Wacana pembangunan tol internasional tersebut menurutnya harus dimulai dengan pembangunan jalan bebas hambatan segmen Supadio-Kijing dan Kijing-Singkawang.

Kemudian jalan tol harus ditunjang dengan lingkar luar dan Jembatan Kapuas Tiga.

Ia menegaskan akan mulai pembebasan lahan Jembatan Kapuas Tiga yang direncanakan dimulai tahun depan.

Pembangunan jembatan kapuas Tiga akan terakses dengan pembangunan proyek lainnya.

Baca: Iis Dahlia Pamer Mercedes-Benz Kado Ultah Devano Danendra, Singgung Perlakuan Satrio Dewandono

Baca: Kabar Terbaru Pria Batal Nikah Usai LDR 2 Tahun hingga Pesan untuk Wanita yang Menipunya

"Setelah proses MoU ini tentunya masih ada beberapa langkah lagi yang harus dilalui dan saya akan membantu percepatan. Untuk proses perizinan sepanjang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalbar tidak akan menjadi masalah, yang masalah cuman koordinasi dengan kementerian karena ini merupakan investasi asing," jelasnya.

Midji sepakat dengan pernyataan Menteri Pembangunan Usahwan Malaysia, Dato Seri Mohd Redzuan Bin Yusof bahwa pembangunan memang harus dipercepat.

Sutarmidji meminta pihak kabupaten kota yang terdampak agar memudahan akses perizinan dan membebaskan masalah sosial.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved