Satgas TMMD ke-105 Berikan Penyuluhan Tentang Bahaya Karhutla Pada Warga

Menyadari kurangnya kepedulian masyarakat terhadap bahaya yang mengganggu kesehatan akibat ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan

Satgas TMMD ke-105 Berikan Penyuluhan Tentang Bahaya Karhutla Pada Warga
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bamin Satgas TMMD Sertu Mastoni saat memberikan penyuluhan bahaya Karhutla kepada warga Desa Sekukun. 

Satgas TMMD ke-105 Berikan Penyuluhan Tentang Bahaya Karhutla Pada Warga

KETAPANG - Menyadari kurangnya kepedulian masyarakat terhadap bahaya yang mengganggu kesehatan akibat ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Satgas TMMD ke-105 Kodim 1203/Ketapang memberi penyuluhan tentang bahaya Karhutla kepada masyarakat Desa Sekukun, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

Penyuluhan tersebut dilakukan Satgas TMMD dengan menggandeng pihak Manggala Agni Pemkab Ketapang. Selasa (06/08/2019).

Dandim 1203/Ketapang, Letnan Kolonel Kav. Jami'an, melalui Bamin Satgas TMMD Sertu Mastoni mengatakan hal ini dilakukan pihaknya karena kebiasan masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara menebang dan membakar, yang selama ini dapat menimbulkan kebakaran hutan yang tidak terkendali.

"Untuk itu pada kesempatan ini program non fisik TMMD Reguler Ke-105 memberi pengetahuan dan penanggulangan tentang Karhutla," jelasnya.

Baca: Kadis Dikbud Sanggau: Sanggau Masih Kekurangan Sekitar 1000 Lebih Guru

Baca: Mantan Kekasih Vidi Aldiano Sheila Dara Bongkar Sifat Lucinta Luna Saat Kerja,Tak Sangka Seperti Ini

Baca: Tatap Pilkada Sekadau, Rupinus: Wait and See

Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Ketapang, Iwan selaku narasumber menjelaskan selain memberi pengetahuan tentang bahaya dan penangulangan Karhutla, ada yang menarik dalam penyuluhan ini.

Ia mengatakan, terhadap penyuluhan itu disampaikan bagaimana cara memanfaatkan limbah kayu penebangan yang dapat diolah menjadi asap cair sebagai bahan multi guna.

"Namun terhadap cara pengelolaannya sampai saat ini hanya masih terkendala dengan sarana pengolahan saja," ungkapnya.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Desa setempat, Beno Moses merasa bersyukur dan berterimakasih kepada satgas TMMD. Terutama program non fisik tentang penyuluhan tentang bahaya Karhutla ini dapat dimenfaatkan menjadi sebagai bahan multi guna.

"Kita meminta program ini dapat dilanjutkan terutama pemanfaatan limbah kayu penebangan yang dapat diolah menjadi asap cair, agar masyarakat dapat diberi pelatihan tentang pengolahan limbah kayu tersebut," ujarnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved