Kadis Dikbud Sanggau: Sanggau Masih Kekurangan Sekitar 1000 Lebih Guru
Dikatakanya, Setiap tahun rata-rata 100 guru yang pensiun, sementara tidak ada penambahan kuota guru untuk mengisi kekurangan yang ada.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Madrosid
Kadis Dikbud Sanggau: Sanggau Masih Kekurangan Sekitar 1000 Lebih Guru
SANGGAU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono menyampaikan, Saat ini jumlah guru yang ada di Kabupaten Sanggau tidak sebanding dengan kebutuhan guru.
"Kebutuhan guru kita sekitar 4000 tapi yang ada baru 2000 lebih. Jadi kekurangan kita sekitar 1000 lebih," katanya, kemarin.
Dikatakanya, Setiap tahun rata-rata 100 guru yang pensiun, sementara tidak ada penambahan kuota guru untuk mengisi kekurangan yang ada.
Untuk mengatasi kekurangan itu, Dikbud Sanggau membuka honor daerah untuk formasi guru, namun kebijakan tersebut tidak mampu mengatasi kekurangan guru yang ada.
"Termasuk pengangkatan guru honor dengan menggunakan dana BOS oleh Sekolah. Karena dana BOS hanya bisa digunakan 15 persen dari total dana yang ada untuk membayar honor guru. Itu kalau bukan pengabdian mana mau orang menjadi guru dengan gaji yang hanya tiga ratus sampai empat ratus ribu rupiah perbulan,"ujarnya.
Baca: Mantan Kekasih Vidi Aldiano Sheila Dara Bongkar Sifat Lucinta Luna Saat Kerja,Tak Sangka Seperti Ini
Baca: Tatap Pilkada Sekadau, Rupinus: Wait and See
Baca: Rapat Bersama Presiden Bahas Karhutla, Ini Hasilnya
Darsono menambahkan bahwa infrastruktur pendidikan yang ada di Kabupaten Sanggau, Untuk jumlah SD negeri sebanyak 467, swasta sebanyak 7 SD sehingga total SD di Sanggau berjumlah 474. "Itu di luar Madrastah Ibtidaiyah,"ujarnya.
Untuk SMP Negeri berjumlah 94 unit, sementara SMP Swasta ada 26 unit sehingga total jumlah SMP baik Negeri maupun swasta berjumlah 120 unit. "Ini juga belum termasuk MTs karena dikelola oleh Kementerian Agama,"jelasnya.
Untuk sarana penunjang lainnya seperti Perpustakaan dan ruang Laboratorium, Rata-rata sudah ada, baik SD maupun SMP. Untuk lab bahasa maupun lab IPA sementara hanya ada di SMP dalam Kota Kecamatan.
"Yang diperlukan saat ini adalah perbaikan, karena ada beberapa sekolah mengalami kerusakan. Pada umumnya sarana dan prasarana untuk SD dan SMP hampir semua sudah ada, hanya beberapa saja lagi yang belum,"tegasnya.
Dikatakannya, Untuk memudahkan siswa yang tinggal jauh dari sekolah, pihaknya juga sudah membuka beberapa sekolah jarak jauh.
"Dibangunnya sekolah jarak jauh tersebut diharapkan jangan sampai anak-anak putus sekolah hanya gara-gara lokasi rumahnya dengan sekolah jauh,"pungkasnya.