Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan Ungkap Tantangan Ekonomi Kalbar

Ia mengatakan kuncinya terletak pada infrastruktur dan SDM, serta prilaku masyarakatnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan Ungkap Tantangan Ekonomi Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Kegiatan seminar yang dihadiri oleh beberapa narasumber dengan tema “Menjaga Kesehatan APBD di Tengah Ketidakpstian Ekonomi Global” yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (7/8/2019). 

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan Ungkap Tantangan Ekonomi Kalbar

PONTIANAK - Kementrian keuangan melaksanakan seminar dengan tema “Menjaga Kesehatan APBD di Tengah Ketidakpstian Ekonomi Global” yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (7/8/2019).

Dalam kesempatan ini, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Eddy Suratman juga menjelaskan mengenai tantangan ekonomi di Kalimantan Barat.

“Dengan pertumbuhan ekonomi dan industri yang stagnan, serta sektor primer berbasis pertambangan diragukan keberlanjutannya. Maka industrialisasi perlu dilakukan, industrialisasi bukan sekedar bangun pabrik, tapi ada transpormasi struktural, mulai dari perbaikan SDM dan sandang yang dilakukan oleh pemerintah, SMA-SMK gratis, tampak sekali upaya untuk mendorong kualitas SDM oleh pemprov. Layanan infrastruktur semakin baik, dan itu sedang berproses,” kata Edy.

Baca: Prof Eddy Suratman Sebut Ketidakmampuan OPD Maksimalkan Serapan Anggaran Rugikan Masyarakat

Baca: Pembukaan PLBN, Eddy Suratman Ingatkan Pemerintah untuk Persiapn Sumber Daya Dalam

Ia mengatakan kuncinya terletak pada infrastruktur dan SDM, serta prilaku masyarakatnya.

“Kemudian yang tidak kalah penting dalam mendorong perekonomian adalah dengan mencari sumber ekonomi baru, yang mungkin tidak berpengaruh dengan kondisi alam, yakni pariwissata. Pariwisata kita belum terkelola dengan baik. Misalnya saja dengan menaikkan budaya dayak. Saya kira dari 5 provinsi yang ada di Kalimantan, Kalbar lah yang paling berpotensi memanfaatkan keberadaan etnik ini untuk menjadi daya tarik wisata,” ungkapnya.

Baca: Tak Jadi Rektor, Eddy Suratman Tetap Ikhlas dan Dukung Garuda Wiko

Baca: Prof Edi Suratman Sarankan Pasar Tradisional Harus Kompetitif dengan Pasar Modern

Sejalan dengan wisata, Edy menyebutkan perlu menggerakkan UMKM dengan memanfaatkan ekonomi digital.

“Daya saing, juga perlu ditingkatkan. Agar kita kompetitif, yakni dengan menghasilkan produk yang sama namun harganya lebih murah, tanpa itu kita tidak akan bisa bersiang. Untuk itu biaya yang dikeluarkan untuk berproduksi harus lebih rendah dibandingkan dengan daerah lainnya. Kunci dari ini adalah energi. Kita punya energi yang bisa dimanfaatkan adalah nuklir. Kalbar adalah daerah untuk sumber daya nuklir yang terbesar di Indonesia. Di kabupaten Melawai yang sudah di kaji berulang-ulang. Konsepnya sudah sangat matang. kami sudah survey 80 persen lebih siap untuk menerima pembangunan nuklir,” pungkasnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved