Kebakaran Lahan Capai 250 Hektare, Kades Sejegi Sebut Sudah Selayaknya Masyarakat Dievakuasi

"Kalau sekarang asap sudah pekat dan merata di semua wilayah, baik itu Dusun Telayar bahkan sampai ke Kota Mempawah," ujarnya.

Kebakaran Lahan Capai 250 Hektare, Kades Sejegi Sebut Sudah Selayaknya Masyarakat Dievakuasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ANSHORY
Apo karhutla yang membakar sekitar 250 hektar lahan gambut dan semak belukar di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, terus menyala, Selasa (6/8/2019) 

Kebakaran di Dusun Telayar Capai 250 Hektare, Kades Sejegi Sebut Sudah Selayaknya Masyarakat Dievakuasi

MEMPAWAH - Sebanyak 25 orang anak usia lima tahun (Balita) terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di pemukiman penduduk Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.

Kepala Desa Sejegi, Muhammad Idris mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk merayu, mengingatkan dan meminta masyarakat Dusun Telayar, agar segera mau di evakuasi di wilayah yang aman agar tidak semakin parah dan berdampak lebih luas terhadap status kesehatan masyarakat.

Kemarin kata Idris, sudah dilakukan evakuasi terhadap 3 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari delapan 8 jiwa penduduk Dusun Telayar.

Delapan orang tersebut adalah warga yang rumahnya sudah dekat sekali dengan titik api, dan mereka di ungsikan ke rumah keluarganya yang jauh dari lokasi kebakaran.

Baca: Karhutla di Desa Sejegi Mempawah Meluas Hingga Capai 250 Hektar, Puluhan Balita Terserang ISPA

Baca: Dua Rumah Trans Terbakar Akibat Karhutla, Disnakertrans Masih Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

"Kalau kemarin baru delapan yang mengungsi, karena belum begitu parah, kalau sekarang asap sudah pekat dan merata di semua wilayah, baik itu Dusun Telayar bahkan sampai ke Kota Mempawah," ujarnya.

Dikhawatirkan penduduk setempat jatuh sakit akibat pekatnya asap yang mengepung pemukiman penduduk, oleh karena itu kata Idris, sudah ada tim kesehatan yang terjun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Tim kesehatan yang turun ke Dusun Telayar adalah para tenaga medis dari Puskesmas Mempawah Timur. Mereka mengumpulkan warga di Posko penanganan bencana dan telah memeriksa sebanyak 46 orang.

Baca: Satu Hektar Lahan di Mempawah Hulu Terbakar, TNI dan Polri Turun Padamkan Api

Dari 46 orang warga Dusun Telayar yang datang untuk beribat, 39 orang diantaranya dinyatakan sakit, kata Idris, dan sekitar 70 persen mereka terserang ISPA, dan para korban yang jatuh sakit rata-rata adalah anak-anak dibawah umur yang berusia sekitar 5 tahunan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Kepala Dusun Telayar, agar mereka mendata berapa jumlah warga yang akan di evakuasi, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dimana mereka menyatakan siap untuk menyediakan tempat penampungan, berupa tenda dan dapur umum," ujar Idris.

Baca: Purnama II Pontianak Membara, Kebakaran Lahan Makin Dekati Rumah Warga

Baca: Pemkot Pontianak Bangun Embung di Paris II dan Sepakat II, Antisipasi Kebakaran Lahan

Rencananya kata dia, akan dibuat posko penampungan para pengungsi di Gor Daeng Manambon, dan pihak TNI dari Kodim 1201/Mempawah juga sudah diajak berkoordinasi dan mereka siap menyediakan mobil Dalmas untuk mengangkut pengungsi.

"Kita menghawatirkan kondisi disana semakin memburuk, makanya kita sudah berupaya memberikan penjelasan kepada mereka agar mau di evakuasi tapi mereka masih bersikeras bertahan. Disana ada 32 KK dan kurang lebih 100 jiwa," jelasnya.

Idris mengatakan, pekatnya asap di sekitar lokasi kebakaran juga dipengaruhi oleh kondisi angin. 

Hembusan angin yang cukup kencang mengarah ke pemukiman penduduk.

"Sudah selayaknya warga di Dusun Telayar di evakuasi sebab dari Dinas Kesehatan juga menyarankan agar segera dilakukan evakuasi, karena dari kondisi udara sudah sangat buruk. Sekolah disana juga sudah diliburkan," pungkasnya. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved