BKKBN Provinsi Kalbar Libatkan Bupati dan Walikota Sebagai Ayah Bunda GenRe Tangani Masalah Remaja

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji

BKKBN Provinsi Kalbar Libatkan Bupati dan Walikota Sebagai Ayah Bunda GenRe Tangani Masalah Remaja
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto Gubernur Kalbar, Sutarmidji bersama BKKBN Provinsi dan para bupati dan walikota usai dinobatkan menjadi Ayah Bunda GenRe Kabupaten Kota di Halaman Kantor Bupati Sambas, minggu (4/7/2019). 

BKKBN Provinsi Kalbar Libatkan Bupati dan Walikota Sebagai Ayah Bunda GenRe Tangani Masalah Remaja Bersama

SAMBAS - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji yang juga merupakan Ayah Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Kalbar menobatkan Bupati Walikota sebagai Ayah Bunda GenRe di Kabupaten / kota di Kalbar.

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat , Kusmana mengatakan persoalan remaja di Kalbar menjadi prioritas untuk program penyiapan generasi berencana menghadapi masa depan terutama menyiapkan generasi muda untuk menjadi pasangan yang ideal, harmonis dan bisa mengimplementasikan delapan fungsi keluarga.

Ia mengatakan persiapan untuk menjadi keluarga yang harmonis dan berkualitas itu tidak mudah.
Maka dari itu perlu ditata dan disiapkan dengan baik, sempurna serta sedini mungkin dari pengenalan kesehatan reproduksi.

Baca: Segera Lapor Bila Menemukan Pengecer Gas 3 Kg Tidak Resmi

Baca: Sutarmidji Dorong Eratkan Komunikasi Intensif Keluarga Saat Kembali ke Meja Makan

Baca: Sambut Hari Kemerdekaan, Golden Tulip Pontianak Gelar Fun Drawing

Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 26 tingkat Provinsi Kalbar dipusatkan di Kabupaten Sambas, di Halaman Kantor Bupati Sambas, minggu (4/7/2019).

Dengan di nobatkan bupati, walikota menjadi ayah dan bunda genRe diharapkan bisa menjadi harapan baru dalam hal penanganan persoalan remaja di Kalbar mulai dari tingkat kabupaten kota.

"Semakin dekat intervensi pelayanan persoalan remaja maka akan semakin mudah menangani masalah remaja. Persoalan kawin muda, anak-anak yang sudah ada anak, kehamilan yang tidak diinginkan dan persoalan lainnya yang dialami remaja," ujarnya.

Hal tersebut dilakukan bertahap dan akan coba diselesaikan bersama dengan turut serta bupati dan wali kota yang telah dinobatkan menjadi ayah dan bunda genRe.

Kusmana juga menyampaikan gerakan kembali ke meja makan juga sebagai alat komunikasi antar anggota keluarga.

Aktivitas makan bersama menjadi forum untuk berkomunikasi. Persoalan yang kecil hingga yang besar bisa diselesaikan di meja makan.

"Makan bersama merupakan wahana untuk saling berbagi cerita diantara keluarga. Keluarga merupakan tempat berkumpul berkomunikasi agar tercipta keluarga yang berdaya," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved