Sutarmidji Dorong Eratkan Komunikasi Intensif Keluarga Saat Kembali ke Meja Makan

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mendorong keluarga untuk kembali mengeratkan komunikasi antar semasa anggota keluarga.

Sutarmidji Dorong Eratkan Komunikasi Intensif Keluarga Saat Kembali ke Meja Makan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Perayaan puncak pencanangan BBRGM XVI, HKG PKK ke 47, HKP ke 47, HPS ke 39, Harganas XXVI, Pekan Daerah KTNA XI, Pencanangan PKK KB KES tingkat Provinsi Kalbar 2019 di halaman kantor Bupati Sambas pada Minggu (4/8).// Anggita Putri. 

Sutarmidji Dorong Eratkan Komunikasi Intensif Keluarga Saat Kembali ke Meja Makan

SAMBAS - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mendorong keluarga untuk kembali mengeratkan komunikasi antar semasa anggota keluarga.

Komunikasi intensif keluarga dapat dilakukan salah satunya pada saat momentum makan bersama keluarga.

"Sudah saatnya keluarga kembali ke meja makan, kalau tidak ada meja silahkan makan bersila," ucap Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat memberikan sambutan pada acara puncak Puncak acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI, Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-47 , Hari Krida Pertanian ke-47 , Hari Pangan Sedunia ke-39 Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV ,pekan daerah KTNA XI, pencanangan PKK-KB-KES Tingkat provinsi Kalbar 2019 dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Sambas, sabtu (4/7/2019).

Dalam kesempatan tersebut Midji juga sempat menceritakan keluarga yang sukses karena intensifnya komunikasi antar sesama anggota keluarga.

Baca: Sambut Hari Kemerdekaan, Golden Tulip Pontianak Gelar Fun Drawing

Baca: Cegah Angka Kematian Ibu, Lovelife Holistic Education Center dan IBI Adakan Pelatihan Yoga

Baca: Atbah Sampaikan Komitmen Dukung Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar

Keluarga yang diceritakan Midji tersebut memiliki tiga anak. Kepala keluarga tersebut menyampaikan kepada anak-anak mereka jika tidak ikut mengelola usaha keluarga anak-anak tersebut tidak akan mendapatkan warisan.

Awalnya anak-anak tersebut sempat menolak tawaran orang tua mereka. Namun setelah dilakukan komunikasi yang intensif anak-anak tersebut menerima untuk meneruskan usaha keluarga. Komunikasi tersebut dilakukan secara intensif pada saat makan bersama.

"Dimeja makan itulah diskusi bisa terjadi dan solusinya bisa ditemui," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved