KLIK Gugah Kepedulian Masyarakat Melalui Soliday
Banyak pihak berharap, acara yang sukses menggugah perasaan dan kepedulian terhadap disabilitas ini dapat diselenggarakan secara terus-menerus
KLIK Gugah Kepedulian Masyarakat Melalui Soliday
PONTIANAK - Ajak masyarakat untuk peduli disabilitas, KLIK (Kerabat Peduli Inklusi) adakan kegiatan Seminar dan Penampilan Bakat Teman Tuna Netra bertajuk Solidarity Day – Aku Kamu Tiada Beda di Aula 2 Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (24/7/2019).
Acara yang digagas oleh Volunteer KLIK Batch 3 ini merupakan rangkaian penutupan dari kegiatan voluntering yang dilakukan selama kurang lebih 3 bulan bersama dengan Yayasan Tuna Netra Ar-Rahmah.
“Selama tiga bulan ini saya menjadi lebih bersyukur, dan menjadi lebih peduli terhadap teman teman disabilitas, khusunya tuna netra yang sebenarnya lebih hebat dari pada kita,” ungkap Nurul Atika selaku volunteer KLIK Batch 3.

Melalui acara ini, KLIK ingin mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap isu disabilitas dan tidak menutup mata terhadap problematika yang dihadapi oleh teman-teman disabilitas.
Baca: Perpekindo Minta Pemerintah Tetapkan Standarisasi Harga Kelapa
Baca: Wali Kota Edi Kamtono akan Benahi Layanan Plat
Baca: Data BNN Ungkap 40 Persen Kasus Narkoba Libatkan Kaum Millenial, Ini Tanggapan Wali Kota Pontianak
Lebih jauh dari itu, acara yang juga turut dihadiri oleh Miss Indonesia Kalimantan Barat 2019, Beisca Azzahra ini juga ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa teman-teman disabilitas memiliki kemampuan untuk berprestasi melalui bakat-bakat yang dimiliki.
“Menurut saya event ini bagus, kita bisa bertemu langsung dengan anak anak berkebutuhan khusus, dan juga menambah pengetahuan tentang mereka sehingga kita tidak berlaku diskriminasi,” tutur gadis yang juga merupakan Mahasiswi di Fakultas Hukum tersebut.

Sementara itu, Widya Lestari, dosen psikologi yang menjadi narasumber dalam kegiatan juga menyampaikan pesannya.
“Bagi orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus, prioritaskan di kognisinya yaitu proses berpikir. Tidak bermaksud mengenyampingkan keterbatasan yang dimiliki, tapi anak berkebutuhan khusus ini tetap mampu berkarya dengan proses berfikir yang sama seperti anak-anak lainnya. Dukungan paling utama selalu datang dari orang tua, jadi memang diharapkan orang tua dan lingkungan sekitar bisa memberikan dukungan penuh untuk anak-anak dengan berkebutuhan khusus ini.”ujarnya.

Banyak pihak berharap, acara yang sukses menggugah perasaan dan kepedulian terhadap disabilitas ini dapat diselenggarakan secara terus-menerus dan tidak berhenti hanya sampai di sini.
“Semoga kegiatan ini terus berjalan, baik untuk kami di yayasan Ar Rahmah, dan juga untuk teman netra/difabel lain diluar sana.” pesan Nova, salah satu teman tuna netra dari yayasan Ar Rahmah.