Diduga Alami Cacat Mental, Warga di Putussibau Dijemput Satpol PP Kapuas Hulu

Jadi kita langsung membawa warga cacat mental tersebut melakukan pendataan administrasi ke dinas Dukcapil dengan pelayan khusus

Diduga Alami Cacat Mental, Warga di Putussibau Dijemput Satpol PP Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Proses penjemputan seorang warga cacat mental di Sungai Sibau, Jalan Jeranding Abdurrahman, Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Utara, Rabu (31/7/2019).   

Diduga Alami Cacat Mental, Warga di Putussibau Dijemput Satpol PP Kapuas Hulu

KAPUAS HULU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kapuas Hulu telah melakukan kegiatan sosial masyarakat yaitu penjemputan warga cacat mental di Sungai Sibau, Jalan Jeranding Abdurrahman, Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Utara, Rabu (31/7/2019).

Kepala Satpol PP Kabupaten Kapuas Hulu, Rupinus menyatakan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut adalah, selama ini menjadi keresahan masyarakat Putussibau dan Kedamin dengan kehadiran warga cacat mental yang berkeliaran di pemukiman warga.

"Tadi kita berhasil menjemput seorang warga cacat mental yaitu atas nama Adi Supardi, di Rumah Kediamannya Sungai Sibau Jalan Jeranding Abdurrahman KelurahanPutussibau Kota Kecamatan Putussibau Utara," ujar Rupinus.

Baca: Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Fasilitasi Forum Anak Daerah Kubu Raya

Baca: Pembangunan RSUD dr Rubini Baru Mempawah Butuh Dana Ratusan Miliar, Berikut Spesifikasi Gedungnya

Dalam proses penjemputan tersebut, jelas Rupinus pihaknya melakukan upaya preventif kepada warga, dan pihak keluarga cacat mental, dengan mengedepankan keamanan ketertiban umum tanpa ada paksaan kepada warga cacat mental.

"Jadi kita  langsung membawa warga cacat mental tersebut melakukan pendataan  administrasi  ke dinas  Dukcapil dengan pelayan khusus (Prioritas) kepada warga cacat mental untuk melakukan mental perawatan lebih lanjut," ucapnya.

Berdasarkan hasil koordinasi Satpol PP Kabupaten Kapuas Hulu, dengan Dinas Sosial  Kapuas Hulu.

Persyaratan untuk melakukan perawatan dan penanganan warga masyarakat cacat Mental, yaitu pihak dinsos menganggarkan dana untukntuk  warga cacat mental di bantu Rp 3 juta perorang.

"Pihak keluarga bersedia mengurus BPJS kesehatan. Terus pengobatan selama 160 hari ke Rumah Sakit Singkawang," ungkapnya

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved