Citizen Reporter

Bupati Gidot Buka Bursa Inovasi Desa Klaster II Sanggau Ledo

Dalam laporannya Solikin menerangkan jika metode Bursa Inovasi Desa ini proses pertukaran komunikasi, media dan konsultasi.

Bupati Gidot Buka Bursa Inovasi Desa Klaster II Sanggau Ledo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana saat Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot membuka Bursa Inovasi Desa Klaster II di Kabupaten Bengkayang di Aula Kantor Camat Sanggau Ledo, Rabu (31/07/2019) 

Citizen Reporter
Humpro Bengkayang, Ruli Adrianus

PONTIANAK - Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot membuka Bursa Inovasi Desa Klaster II di Kabupaten Bengkayang di Aula Kantor Camat Sanggau Ledo, Rabu (31/07/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Sanggau Ledo, Ledo, Tujuh Belas, Seluas, Siding, Jagoi Babang, Damramil, Kapolsek, Kepala Desa, Ketua Himpaudi, CU. Pancur Kasih, Ketua STIM Santi Buana, Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainya.

Dalam laporannya Solikin menerangkan jika metode Bursa Inovasi Desa ini proses pertukaran komunikasi, media dan konsultasi. 

Baca: Prediksi Skor Bayern Munchen Vs Tottenham Final Audi Cup 2019 Siaran Langsung RCTI Jam 01.30 WIB

Baca: VIDEO: Ucapkan Selamat HUT ke-11 Tribun Pontianak, Isnaini: Beritanya Membantu Penjualan Rumah

"Artinya ini media masing-masing desa untuk membangun desa masing-masing dengan harapan masing-masing desa dapat mengembangkan desanya dengan optimal untuk meningkatkan status desa," ujarnya.

Sementara itu,Bupati Bengkayang Suryadman Gidot mengatakan sesuai dengan Undang Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa, bahwa desa merupakan kesatuan hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang yang mengatur dan mengurus urusan pemerintah maupun kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakara masyarakat, hak asal usul, atau Hak trasisional yang di akui dan di hormati dalam sistem Pemerintahan NKRI.

"Kegiatan Bursa inovasi desa yang kita sebut dengan BID, merupakan upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan Dana Desa dengan memberi Rujukan Inovasi Pembangunan desa dengan mengembangkan Potensi Ekonomi lokal dan Kewirausahaan, melalui program Bursa Inovasi Desa ini diharapkan mampu untuk mendorong SDM dan Infrastruktur sehingga dapat meningkatkan Kesejahtraan Masyarakat," katanya.

Selain itu, lanjutnya, tujuan Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa ini adalah meningkatkan penggunaan kualitas dana desa melalui berbagai kegiatan Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang lebih Inovatif.

Sehingga, lanjut dia, dapat meningkatkan kapasitas pembangunan desa yang maksimal dan bermanfaat bagi desa dan Kabupaten Bengkayang sendiri

"Mari kita jawab permasalahan yang ada di Desa kita masing-masing melalui Bursa Inovasi Desa ini, dari 122 Desa pada tahun 2018 Desa Mandiri ada 3 Desa, Desa Maju ada 6, Desa Berkembang tinggal 63, Desa Tertinggal tinggal 48," jelasnya.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa ini pun di tutup dengan Pemukulan Gong oleh Bupati Bengkayang Suryadman Gidot.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved