Terkait Masalah Rehap Toilet di SD N 3 Pontianak, Dekan FKIP Untan Minta Semua Pihak Cari Solusi

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura, Martono menanggapi masalah toilet

Terkait Masalah Rehap Toilet di SD N 3 Pontianak, Dekan FKIP Untan Minta Semua Pihak Cari Solusi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Dekan FKIP Untan, Dr. Martono 

Hal seperti ini sangat bahaya paling tidak dinas pendidikan segera mengecek keberadaan wc itu jangan sampai ada masalah.

"Hal seperti bisa jadi Walikota tidak tau. Kalau seperti itu penanganannya sudah melalui dinas.Tidak harus semua Walikota," ujarnya.

Ia mengatakn paling tidak perencanaan sudah ditindak lanjuti dengan matang sehingga konsep untuk perencanaan pembangunan dan kebersihn Wc kedepan lebih bagus.

"Terkait penggunaan dana pemerintah ini memang harus di usulkan dulu tahun ini dan anggarannya bisa diterima tahun depan artinya harus ada skala prioritas yang harus di perbaiki," ujarnya.

Ia mengaku memang dana pendidikan terbatas yaitu 20 persen sama dengan gaji tapi ada solusi yang bisa dilakukan yaitu menggunakan skala prioritas dan pemetaan mana yang di prioritaskan untuk pembangunan.

"Kalau memang bermasalah dan akan menimbulkan masalah akan lebih bahaya dan memang harus segera di bangun," ujarnya.

Menurutnya sekarang sudah di era keterbukaan jika mendengar pemberitaan seperti ini tidak harus saling menyalahkan apa lagi sampai melakukan pemecatan dan pemindahan kepsek.

"Yang jelas misalnya kepala sekolah sudah mengusulkan rehap wc tapi belum ada tindakan sebaiknya kepala sekolah juga harus bijak dan menunggu, tapi juga bisa melakukan sinergi dengan orang tua ," ujarnya.

Ia menjelaskan dalam hal ini tidak harus ada pemecatan dan pemindahan karena memang sudah sesuai dengan kondisi atau fakta yang ada.

"Memang kalau seperti kita tidak bisa saling menyalahkan dan cari jalan yang bijak untuk mencari solusi. Hal ini harus ditindak lanjuti karena memang membahayakan anak, tidak perlu saling menyalahkan dan harus dicarikan solusi.

Dari dinas tidak harus menyalahkan kepala sekolah itu tidak bijak dan kepala sekolah juga tidak harus menyalahkan dinas.

"Artinya sama-sama mencarikan solusi gimana agar jangan ada korban kalau sudah roboh nantinya. Mungkin tidak semua direhap tapi ada solusi sederhana agar lebih aman , dan terpenting airnya lancar dan bersih. Anak-anak juga tidak minta wc yang bagus," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved