Kasus Narkoba Banyak Libatkan Millenial, Ini Tanggapan Pelajar dan Mahasiswa di Pontianak
Bukan perkara baru, narkoba di kalangan remaja memang menjadi sesuatu yang sepertinya memiliki ikatan tersendiri.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Ishak
Pertama, Kehilangan Jati Diri. Nah, remaja yang sudah coba-coba dan ikut-ikutan lama kelamaan akan kehilangan jati dirinya. Baginya semua orang tidak lagi penting, karena zat adiktif yang ada dalam tubuh membuatnya tidak membutuhkan orang lain.
Kedua, Dosa Besar. Ya jelas saja itu salah. Namun dari pandangan agama manapun, Narkoba itu tetap saja dosa besar. Jangan sampai salah dalam pergaulan, jika ada yang mengajak untuk coba-coba lebih baik kamu hindari saja dengan tegas dan gentleman.
Ketiga, Masuk Penjara. Wah, berat sekali jika kamu sudah sampai tersandung kasus narkoba. Masa depanmu akan hancur perlahan-lahan, dipenjara juga gak enak banget, tidur alaskan tikar, hufft, siapa loh yang mau coba??
Keempat, Dijauhi Banyak Orang. Jika kamu remaja yang agak nyeleneh, hmm siap-siap saja orang akan malas banget lihat kamu. Tapi, stay cool guys. Mending kamu ikut saja kegiatan yg bermanfaat seperti komunitas, gitu.
Ingat loh, kamu itu kader penerus bangsa, yang masih bisa mempunyai mimpi dan usaha di masa depan, bagaimanapun itu, mimpi dan cita-cita mu itu akan bernilai ibadah jika kamu kerjakan dengan ikhlas untuk keluarga ya guys!.
Baca: 40 Persen Kaum Milenial Terjerat Narkoba Berdasarkan Kasus Yang Ditangani BNN Pontianak.
Baca: Pernah Tertangkap Gara-gara Pesta Narkoba, Begini Nasib Aktor Revaldo Sekarang!
Rima Wahyu Utari
@rimawutari
Teknik Lingkungan, Universitas Tanjungpura
"Di lingkungan sekitar saya sendiri, sejauh yang saya ketahui tidak ada orang yg menyalahgunakan narkoba atau jadi pecandu narkoba. Pendapat saya tentang orang yang menjadi pecandu narkoba adalah mereka sangat membutuhkan dukungan orang-orang terdekat untuk menolong mereka dari bahaya narkoba. Kemudian menerapkan hukum yang berlaku bagi pengedar atau pecandu sehingga tidak ada lagi korban-korban lain berjatuhan karena narkoba. Kita juga harusnya bisa lebih peka sama keadaan orang-orang terdekat. Kalau mereka mulai menunjukan gelagat yang mencurigakan tidak ada salahnya kita rangkul dan beri dukungan,"
Jeammy rodjas prasetya,
@jeammy_rodjas, Teknik Informatika di Politeknik negeri Pontianak.
"Dari yang saya ketahui orang pencandu ini bermula dari mencoba, bisa karena dari teman, karena depresi ataupun salah pergaulan, hal inilah yang membuat mereka berujung ketagihan terhadap efek penggunaan narkoba tersebut, dan menurut saya orang orang ini bukannya harus dijauhi tapi lebih diberi rehabilitasi karena mereka terjerumus akan hal ini bukan karena keinginan mereka, sebagai sesama sudah sepatutnya kita merangkul bukan menjauhi sehingga mereka dapat terhindar dari hal yang seperti itu, dan tidak lupa untuk memberi edukasi sedari dini mengenai narkoba agar hal tersebut tidak terjadi lagi,"
SaBagus Devanda Putra Mildan
IG:bagus_devandap.20 Tahun Mahasiswa FKIP Untan Pend. Bahasa Indonesia dan Seni.
"Individu atau kelompok yang menyalah gunakan Narkoba, mereka menggunakan dilihat dari faktor internal dan eksternal mereka. Ada yang menggunakan Obat obat keras tersebut misalnya _brokenHome_ perceraian dan masalah keluarga,sedangkan eksternalnya lingkungan bebas seperti sesama pemakai akhirnya individu yang awalnya tidak menggunakan jadi terhasut dan atau tergoda ingin menggunakan "awal coba-coba, akhirnya ketergantungan". Layaknya Rokok habis satu batang ingin satu batang lagi. Lalu bagaimana penanggulangannya, kita sebagai makhluk sosial jangan pernah takut untuk menegur mendekati dan berbesar hati untuk senantiasa memberikan hal-hal yang positif bukan malah dijauhi bahkan di rundungkan(bully) berimereka pengajaran dan rehabilitasi yang baik. Jauhi lingkungan yang bersifat negatif,"
Trivonia Rita Florenso Tarigas
@trivoniarita18
"Menurut saya pecandu penyalahgunaan narkoba dilingkungan saya. Banyak anak dan orang dewasa menggunakan narkoba untuk sekedar gaya dan terbawa oleh pengaruh lingkungan. Mereka terbawa oleh pergaulan bebas yang membuat mereka terajak untuk menggunakan narkoba. Sebagai contoh teman se komplek saya yang menggunakan Narkoba karena terajak teman-temannya sebagai bukti keberadaannya di suatu kelompok yang kita sebut dengan Gang. Awalnya dia mencoba sedikit dan akhirnya dia tercandu dan makin lama dia makin sering menggunakan barang haram tersebut. Tidak jarang dia juga kedapatan menggunkn inhalan atau ngelem dan itu membuat saya prihatin sebagai pemuda untuk mencegah penyalahgunaan narkoba agar generasi bangsa menjadi lebih baik,"