Guru di SMAN 11 Pontianak Mengajar Suka Rela Tanpa Gaji, Tunggu Dana Bos Dan Bosda Keluar

Saat Tribun Pontianak berkunjung terlihat proses belajar mengajar sudah berjalan bahkan sudah dimulai dari hari senin lalu.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Deden Hidayat (51) Ketua Pengelola SMA 11 Pontianak saat ditemui Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Jumat (19/7/2019). 

Guru di SMAN 11 Pontianak Mengajar Suka Rela Tanpa Gaji, Tunggu Dana Bos Dan Bosda Keluar

PONTIANAK - Deden Hidayat (51) dipercayai sebagai Ketua Pengelola SMAN 11 Pontianak yang saat ini masih menumpang di gedung SMPN 13 Pontianak untuk proses belajar mengajar.

Saat Tribun Pontianak berkunjung terlihat proses belajar mengajar sudah berjalan bahkan sudah dimulai dari hari senin lalu.

Deden mengatakan untuk masalah tenaga pendidik saat ini banyak dibantu oleh guru PNS yang mengajar di sekolah pagi kemudian dengan suka rela memberikan tenaganya untuk mengajar di SMAN 11 Pontianak pada siang harinya.

"Kenapa kita ambil guru negeri karena memang kita belum ada sumber dana baik dari Bos dan Bosda dan perizinannya juga belum selesai," ujarnya kepada Tribun Pontianak, jumat (19/7/2019).

Baca: PPDB di SMAN 11 Pontianak Dibuka, Animo Orang Tua Siswa Daftarkan Anaknya Sangat Tinggi

Baca: VIDEO: Suasana PPDB Hari Pertama di SMAN 11 Pontianak, Sekolah Baru di Jalan Karet

Jadi dengan dibantu oleh guru dari sekolah negeri otomatis sekolah SMAN 11 Pontianak tidak perlu memberikan bayaran sampai nanti dana Bosda keluar.

"Karena guru negeri semua yang membantu mereka hanya digaji dari sekolah asal mereka dan disini mereka mengajar secara sukarela dan hanya melakukan pengabdian. Untuk hal itu perlu diberikan apresiasi kepada mereka," ujarnya.

Jumlah guru SMAN 11 Pontianak saat ini ada 25 orang dan sudah mencukupi untuk mengajar 14 mata pelajaran.

Guru yang ada juga sudah mengisi dari masing masing mata pelajaran yang diajarkan. walaupun ada yang dua orang untuk satu bidang studi.

"Semua itu tergantung mereka untuk mengatur waktunya. Kalau mereka hanya bisa dua kelas terserah kita tidak memaksa karena mereka juga hanya membantu disini," imbuhnya.

Baca: Tukin Diharapkan Dorong Peningkatan Disiplin ASN, Pemkot Pontianak Sosialisasi UU

Baca: Cegah Si Manis Berujung Kronis RSUD Kota Pontianak Raih TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik

Saat ini aktvitas sekolah di mulai dari pukul 13.15 menit sampai 17.30 WIB. Siswa di SMAN 11 Pontianak terdiri dari 228 siswa yang dibagi menjadi 7 rumbel belajar.

"Sebenarnya hanya ada 6 kelas karena penuh jadi di buka satu kelas lagi . Jadi ada 7 kelas. Tapi penerimaan siswa kemaren sudah sesuai kuota yang ditentukan dan telah dibagi untuk pemilihan jurusan untuk kelas IPS ada 4 kelas, dan IPA 3 kelas," ujarnya.

Ia mengatakan guru yang membantu beberapa juga ada yang masih status sebagai honorer tapi juga sudah di sampaikan bahwa belum ada honor untuk membayar terkait dana sekolah yang memang masih belum ada.

"Kalau memang iklas mau mengajar disini ya Alhamdulillah dan mereka sendiri yang datang dan ingin membantu," ujarnya.

Sedangkan untuk pemilihan kepala sekolah ia katakan sebenarnya di kota Pontianak ini ada 9 orang yang lolos tes kepala sekolah tahun 2014 ditingkat nasional dan 3 orang sudah diangkat menjadi kepala sekolah. Jadi sisa 6 orang yang belum diangkat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved