Puluhan Hektar Lahan Terbakar di Sungai Pinyuh, Petugas Kesulitan Padamkan Api

Terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah lahan gambut sekitar Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (16/7/2019).

Puluhan Hektar Lahan Terbakar di Sungai Pinyuh, Petugas Kesulitan Padamkan Api
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Pinyuh, petugas sulit padamkan api karena kendala akses jalan, Selasa (16/7/2019). 

Puluhan Hektar Lahan Terbakar di Sungai Pinyuh, Petugas Kesulitan Padamkan Api

MEMPAWAH - Terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah lahan gambut sekitar Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (16/7/2019).

Kebakaran tersebut diperkirakan telah menghanguskan puluhan hektar lahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemadam kebakaran yang ada di Kabupaten Mempawah sudah terjun ke lokasi.

Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah mengatakan pihaknya saat ini sudah terjun ke lokasi untuk memadamkan api.

Selain itu, pihak kepolisian dari Polsek Sungai Pinyuh, dipimpin langsung oleh Kapolsek, AKP Sandhy WG Suawa juga turun ke lokasi untuk memadamkan api.

Sulitnya akses menuju lokasi kebakaran membuat api begitu cepat mebesar.

Baca: Pansus I DPRD Sanggau Kunker ke Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Ini Yang dibahas

Baca: RAMALAN SHIO Rabu 17 Juli 2019, Shio Macan: Hari yang Sangat Bahagia, Shio Ayam: Waspada

Baca: Daud Yordan Akan Tanding di Thailand, Lanjutkan Latihan di Bali

Dari kejauhan kepulan asa tebal membumbung tinggi di langit.

Satu diantara warga Sungai Pinyuh yang turut membantu memadamkan api, Ridwan (32) mengatakan warga sekitar tiba-tiba terkejut melihat kepulan asap yang tebal di langit.

"Dari sempat heboh ada asap tebal di langit, setelah di periksa rupanya kebakaran lahan, jadi ada yang memberitahukan ke petugas," katanya.

Ridwan mengungkapkan, sulitnya untuk mengakses lokasi kebakaran membuat pemadaman terkedala.

"Lokasinya di tengah hutan sana, tidak ada jalan, kita kesana harus menerobos semak-semak, saya lihat petugas kesulitan membawa alat, tapi sekarang sudah mulai di semprot," ujarnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved