Dugaan Penipuan dari Travel Online, OJK: Harusnya Korban Langsung Lapor Polisi

M Riezky F Purnomo mengatakan harusnya korban langsung melaporkan ke kepolisian...............

Dugaan Penipuan dari Travel Online, OJK: Harusnya Korban Langsung Lapor Polisi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISHAK
Kepala OJK Kalbar, Mochamad Riezky F Purnomo, berpose bersama peserta Sharing Sessions Property Insurance bersama AAUI Kalbar, di kantor OJK Kalbar, Selasa (18/12/2018). 

Dugaan Penipuan dari Travel Online, OJK: Harusnya Korban Langsung Lapor Polisi

PONTIANAK - Menanggapi adanya kejadian peristiwa dugaan penipuan yang berkedok penerimaan poin pesawat dari aplikasi travel online sehingga menimbulkan tagihan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat, M Riezky F Purnomo mengatakan harusnya korban langsung melaporkan ke kepolisian.

"Harusnya dia langsung minta kepada perusahaan Finance itu bukti-bukti dia melakukan pinjaman, karena disitu kan ada perjanjian kredit, ada datanya. Mintalah dokumentasi perjanjian kredit dengan perusahaan finance tadi, nanti kan bisa dilihat keperluannya kredit untuk apa. Nah, nanti akan kelihatan dari tandatangan, merasa gak dia tandatangan, kalau dia tidak merasa atau tidak ada hadir dalam pengikatan kredit, langsung laporkan kepolisian,” ujar Riezky saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/7).

 Dalam hal ini, Menurut Riezky korban juga bersalah karena dengan mudahnya memberikan kartu identitas diri.

Baca: Nikmatnya Seduhan Kopi Juragan Asal Desa Punggur Berani Diadu

Baca: Liga 2 : LIVE Persiba Vs Persatu Tuban Minggu (14/7) Jam 18.30 WIB, Masalah Lini Depan Beruang Madu

Baca: Zodiak CINTA Hari Ini 12 Juli 2019 | Hal Amat Menggoda dari CAPRICORN, Ada Keajaiban Cinta Buat LEO

 “Orangnya juga salah, kenapa dengan mudahnya memberikan kartu identitas diri. Jadi itulah resikonya. Di KTP juga kan ada tandatangan, jadi tandatangan itu bisa juga di pakai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

OJK yang mengawasi bank dan juga perusahaan multifinance selalu rutin melakukan pemeriksaan keungan minimal setahun sekali.

 “OJK rutin ngecek kondisi keuangan, bagaimana kondisi operasioanalnya, kepatuhannya terhadap OJK seperti apa, supaya bank ini tetap sehat, bisa membantu masyarakat. Tapi kalau misalnya ada kasus seperti ini harus dilihat dulu, kan tadi perushaan bank dan financenya juga tertipu. Dalam hal ini memang harus ke Finance tadi. Yang paling mudah lapor ke polisi, nanti polisi yang melakukan penyelidikan ke perushaan tersebut. Korban-korban tersebut nanti pasti akan tetap ditagih terus untuk bayar,” jelas Riezky.

Selain itu ia mengatakan bank atau lembaga tersebut tidak bisa diberi sanksi, karena mereka sudah ada perjanjian hitam diatas putih.

“Makanya kita harus berhati-hati, karena KTP itu bisa dipalsukan walaupun sudah ada e-KTP, yang namanya penjahatkan biasanya lebih canggih, jangan mudah memberikan ktp walaupun ada iming-iming uang. Kemungkian disalahgunakannya tidak hanya disini, mungkin ditempat lain juga. Selain KTP, pin atm juga, sms-sms hadiah yang tidak jelas itu perlu diwaspadai. Penjagaan itu harus dari diri sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved