Politeknik Aisyiyah Diresmikan, Siap Bersinergi Kembangkan SDM Kalbar

'Aisyiyah juga berencana akan membangun rumah sakit di Singkawang, dan di Sambas akan menjalankan program Maju Perempuan Indonesia (MAMPU) untuk menga

Penulis: Anggita Putri | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama gubernur Kalbar, Sutarmidji usai peresmian Politeknik Aisyiyah Pontianak, Kamis (27/6/2019). 

Politeknik Aisyiyah Diresmikan, Siap Bersinergi Kembangkan SDM Kalbar

PONTIANAK - Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Siti Nurjanah mengatakan sudah menjadi harapan dari pimpinan pusat 'Aisyiyah untuk ikut serta dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) khususnya di Kalimantan Barat.

Dengan Peresmian Politeknik Aisyiyah ia menyakini bahwa Politeknik Aisyiyah di Pontianak bisa berkembang.

Karena sebelumnya saat menjadi Akbid Aisyiyah sudah banyak menorehkan prestasi baik di Kalbar maupun Se- Kalimantan.

"Sehingga kita tingkatkan terus peserta didik melalui dua program Studi yaitu Prodi Teknologi Informatika Medik, dan Teknologi Analis Kesehatan Medis, dan itu seperti yang disampaikan Gubernur bahwa menjadi kebutuhan, khususnya di Puskesmas dengan modal BPJS lewat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 1," ujarnya.

Dalam hal itulah yang menjadi kontribusi dari Aisyiyah untuk menyediakan SDM di Kalbar.

Baca: Gubernur Kalbar Hadiri Peresmian Politeknik Aisyiyah, Dua Prodi Dibuka Sesuai Kebutuhan Kalbar

Baca: Ini Alamat Politeknik Aisyiyah Pontianak (POLITA)

Ia mengatakan di Usia Aisyiyah yang sudah menginjak 105 tahun ini, Aisyiyah sudah banyak melakukan program. Satu diantaranya program daerah 3T.

"Program 3T sudah berjalan selama 4 tahun dan kami sudah menjangkau daerah di Papua, Sorong, dan NTT . Saat ini kami juga sedang mengakses daerah lain termasuk di Kalbar," ujarnya.

'Aisyiyah memberikan program melalui edukasi dan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Misalnya di daerah yang belum ada PAUD dan TK.

" Bahkan kalau di NTT dan Papua kami menjangkau kerjasama dengan masyarakat yang sebagian warganya non muslim dan tidak ada masalah. Kami tetap bekerjasama dengan baik," ujarnya.

Ia memberitahukan bahwa salah satu pulau di Sorong punya TK yang dikelola oleh Aisyiyah. Peserta didiknya adalah muslim dan non muslim dan itu salah satu menjadi misi Muhammadiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa diskriminasi dan sudah menjadi agenda tetap.

Baca: Peringati Milad ke -91, Nasyiatul Aisyiyah Berbagi Paket Sembako Kepada Masyarakat

Baca: Pengurus Aisyiyah Tunggu Proses Pembangunan RS Dari PP Muhammadiyah

Selain itu juga 'Aisyiyah melakukan pemberdayaan ekonomi melalui ibu-ibu dan, program kesehatan.

"Pemahaman terkait kesehatan itu akan berkaitan dengan bagaimana mereka menikah dini. Karena usia menikah dini di Indonesia sangat luar biasa. Karena kurang pahamnya mereka terhadap faktor kesehatan. Kalau anak-anak masih di usia dini seharusnya belum menikah , dan dia masih mengikuti wajib belajar tapi karena orang tua dan masyarakat tidak mengedukasi. Maka di
usia 14 tahun sudah menikah bahkan hamil," ujarnya.

Banyak faktor yang akan mempengaruh pada anak-anak yang nanti dilahirkan. Jadi ini menjadi konsen 'Aisyiyah didaerah 3T. Dengan literasi, edukasi , pendikan, mendirikan sekolah, pemberdayaan ekonomi dan kesehatan.
Hali ini menjadi kekuatan 'Aisyiyah dan menjadi fokus untuk di daerah.

"Kami akan mendiskusikan dan akan bertemu dengan seluruh ketua pimpinam daerah se Kalbar dan mereka akan melaporkan daerah mana yang akan menjadi titik baru,"ungkapnya.

Baca: Rencana Pembangunan RSI Aisyiyah Singkawang, Ini Ungkapan Wali Kota Tjhai Chui Mie

Baca: SSR Tuberkulosis Care Aisyiyah Sanggau Lakukan Grebek TB di Dusun Balai Nanga

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved