Pemain Layangan Masih Membandel, Bahasan Ingatkan Sudah Banyak Korban Jiwa

“Ini harus menjadi atensi seluruh pihak terkait karena bahaya yang ditimbulkan ini mulai dari pemain hingga masyarakat lain,” katannya

Pemain Layangan Masih Membandel, Bahasan Ingatkan Sudah Banyak Korban Jiwa
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, diwawancarai awak media usai rapat paripurna ke-4 masa persidangan III tahun 2018-2019 DPRD Kota Pontianak di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Rabu (12/6/2019). Rapat ini beragendakan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Pontianak Terhadap Raperda Kota Pontianak Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kota Pontianak tahun 2020-2024. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Sudah berulangkali layang-layang merenggut jiwa. Permainan rakyat inipun sudah dilarang di Kota Pontianak dan daerah lainnya. Tetapi para pemainnya masih saja membandel dan jumlahnya tidak kunjung berkurang.

“Ini harus menjadi atensi seluruh pihak terkait karena bahaya yang ditimbulkan ini mulai dari pemain hingga masyarakat lain,” kata Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, Kamis (20/6/2019).

Menurut Bahasan semua pihak harus kompak atau bersinergi mengatasinya. Mulai dari pencegahan, pengawasan hingga penindakannya. Ia juga meminta semua pihak terus menerus mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama mencegah permainan layang-layang, apalagi yang menggunakan gelasan dan tali kawat.

Edukasi tersebut disertai pula dengan pengawasan. Peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk segera malapor ke pihak berwenang bila melihat permainan layang-layang. Jangan apatis.

"Masyarakat harus menghentikan permainan layangan ini, sudah banyak korban. Baik yang meningggal maupun luka-luka akibat gelasan dan kesetrum karena mereka bermain menggunakan tali kawat," ucap Bahasan.

Baca: Sy Kamaruzaman Ungkap Pengalamannya Jadi Pj Sekda Kalbar

Baca: Prabasa Ingatkan Sekda Baru Kalbar Agar Targetkan Raih WTP

Baca: Usai Dilantik Jadi Sekda Kalbar, Leysandri Langsung Panggil Kepala Bapedda dan BPKAD

Bahasan menjelaskan permainan layangan di Kota Pontianak ini ada yang namanya ‘timpak gelas’ dan ‘penyaok’ (mengambil layangan yang putus). Mereka menggunakan kawat sehingga bisa membuat orang kesetrum bila layanagn tersebut putus dan menyangkut ke kabel listrik, inilah beberapa kasus yang sudah terjadi.

"Tidak hanya listrik yang diganggu namun korban jiwa juga sudah beberapa berjatuhan karena kesetrum dan luka-luka," ujar Wakil Wali Kota Pontianak ini.

Ia meminta semua tokoh masyarakar, RT, RW dan sebagainya menjaga lingkungan agar tidak ada permainan layangan yang dapat membahayakan warga ini.

"Saya melihat dulu tapi tidak tahulah sekarang ini, dulu yang namanya permaianan ada menang kalahnya ini dengan timpa gelas seperti yang ada pasti ada perjudiannya," jelas Bahasan menyampaikan bahwa permainan layangan di Pontianak sudah ada unsur perjudiannya.

Ia mencontohkan banyak diantara masyarakat komplain dan protes pasca dikeluarkan maklumat antara Polresta dan Wali Kota terkait larangan permaian layangan ini, mereka dengan alasan kalau permaian ini budaya dan wisata.

Secara pribadi, Bahasan melihat ini bukan hobi dan budaya lagi, karena ini sudah membahayakan orang lain. “Saya lihat melihat ada unsur judinya, sebab yang main ini adalah orang dewasa,” ungkapnya.

Memang persoalan judi tersebut menurut Bahasan akan sulit dibuktikan. Karena saat ditangkap pemain tak memagang alat bukti, mungkin di lapangan hanya bermain saja.

"Sulit juga mau membuktikan di mata hukum kalau mereka berjudi, tapi indikasi perjudian dan ini laporan dari masyarakat juga permaian layangan dengan timpak gelas sebagai alat mereka berjudi," ujarnya.

Saat ini Satpol PP dimintanya untuk selalu melakukan razia guna menertibkan permaian layangan yang membahayakan masyarakat. "D imana ada permainan layang-layang didatangi saja, namun personel terbatas makanya masyarakat memanfaatkan kesempatan itu," katanya.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved