Pilpres 2019

Permohonan Perlindungan Saksi Prabowo - Sandiaga Uno di MK Hanya Gimmick Politik?

Benarkah Permohonan Perlindungan Saksi BPN Prabowo - Sandiaga Uno di MK Hanya Gimmick Politik?

Permohonan Perlindungan Saksi Prabowo - Sandiaga Uno di MK Hanya Gimmick Politik?
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Suasana sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

Benarkah Permohonan Perlindungan Saksi BPN Prabowo-Sandiaga Uno di MK Hanya Gimmick Politik?

Tim hukum BPN Prabowo - Sandiaga Uno tengah berupaya meminta perlindungan untuk saksi yang akan mereka hadirkan di persidangan di Mahkamah Konstitusi. 

Upaya meminta perlindungan untuk saksi ini, menurut juru bicara BPN Prabowo - Sandiaga Uno, Andre Rosiade karena adanya ketakutan dari mereka untuk bersaksi.

Andre mengatakan, sebagian besar saksi itu sudah dikumpulkan di Jakarta.

"Tapi memang ada informasi posisi-posisi saksi yang kami kumpulkan pun bocor ke pihak-pihak lain," katanya dilansir dari channel Youtube TVOne. 

"Untuk itu, karena muncul ketakutan dan mereka minta jaminan, tentu kita bisanya datang ke LPSK," lanjutnya.

"Kemarin sore kita sudah datang ke LPSK berkonsultasi dengan LPSK bagaimana cara bisa melindungi saksi-saksi yang ketakutan ini," jelas Andre.

Ditanya soal kemungkinan ada atau tidak ancaman terhadap saksi hingga membuat ketakutan, Andre mengatakan, berdasarkan informasi tim lawyer kepada dirinya, posisi saksi sudah bocor.

Baca: Refly Harun Beri Saran untuk BPN Prabowo - Sandiaga Uno Terkait Gugatan Pilpres 2019 di MK

"Posisi dimana kita inapkan, dimana lokasi yang aman itu bocor. Jadi lebih baik kami proaktif untuk datang ke LPSK, berkonsultasi meminta bantuan LPSK untuk melindungi. Tapi LPSK kan keterbatasan wewenang. 

Kami akan mengirim surat ke MK untuk meminta MK memberikan restu agar LPSK bisa ikut serta melindungi saksi kami. 

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved