Pilpres 2019

Permohonan Perlindungan Saksi Prabowo - Sandiaga Uno di MK Hanya Gimmick Politik?

Benarkah Permohonan Perlindungan Saksi BPN Prabowo - Sandiaga Uno di MK Hanya Gimmick Politik?

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Suasana sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

"Ya ndak mungkinlah kalau kami mengharapkan ada suatu ancaman-ancaman yang diberikan kepada saksi. Itu jauh dari kemungkinan yang ada. Kalau perlu kita sama-sama jaga saksinya," katanya.

Tapi yang justru pihak 01 ragukan, menurut Taufik adalah apakah sebenarnya ada saksi? 

"Jangan-jangan ini hanya satu gimmick politik, satu upaya untuk hanya menciptakan narasi-narasi kehebohan. Padahal nantinya juga anti-klimaks," katanya. 

Taufik melanjutkan, jangan-jangan nanti di sidang misalnya, mengatakan saksi tidak bisa hadir karena takut, karena diancam dan sebagainya padahal saksinya memang tidak ada. 

"Ya jangan begitulah. Ayolah kita ikuti persidangan ini dengan normal-normal saja. tidak perlu diciptakan kehebohan-kehebohan, gimmick-gimmick yang tidak perlu, sudahlah berpusat pada argumentasi, pada bukti pada fakta saja," kata Taufik. 

"Ndak usah tambah-tambahan dengan acara-acara lainlah kalau menurut saya," lanjutnya. 

Menanggapi hal itu Andre mengatakan hal yang wajar apa yang disampaikan Taufik Basari. 

"Itu hal yang wajar disampaikan kubu TKN yang lagi panik dan stress ya. Karena mereka berharap sebenarnya berkas perbaikan kami ditolak, lalu besok tanggal 17 sidang diketok, selesai gitu. 

Kan itu harapan mereka. Ternyata harapan mereka gagal. 

Bahwa sidang ini berjalan terus insya Allah tanggal 18 dan kita akan saksikan sampai 28 Juni.

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved