Heboh Gubernur Edy Rahmayadi Ancam Granat Polisi Larang Takbir Keliling Ternyata Hoax, Ini Faktanya
Twit tersebut telah di-retweet lebih dari 2.300 kali dan telah disukai lebih dari 6.300 pengguna Twitter lainnya.
Heboh Gubernur Edy Rahmayadi Ancam Polisi Larang Takbir Keliling di Medsos Ternyata Hoax, Berikut Faktanya
GUBERNUR Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menjadi 'buah bibir' di media sosial (Media Sosial).
Pasalnya, sebuah unggahan beredar di media sosial mengenai pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang mengancam anggota kepolisian jika melarang warga melakukan takbiran keliling di Kota Sumatera Utara.
Informasi ini beredar di media sosial Twitter oleh akun Wati Pane, @pane_wati, Selasa (4/6/2019).
Menanggapi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara dan Humas Sumatera Utara menegaskan bahwa tangkapan layar yang menampilkan pernyataan Edy itu tidak benar alias hoaks.
Baca: Waspada!, Hoaks atau Berita Bohong lebih Berbahaya dari Terorisme dan Rasisme
Baca: Ketum PD Muhammadiyah: Jangan Sebar Hoaks di Medsos, Jadi Rusak Akal Budi Ditempa Selama Ramadan
Narasi yang beredar: Berdasarkan penelusuran Kompas.com, sebuah twit yang dituliskan akun Wati Pane yang menyebut Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengancam pihak kepolisian melalui media sosial Twitter pada Selasa (4/6/2019).
"Jenderal Bintang 3 Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan ijin untuk umat Islam takbir keliling," tulis Wati Pane dalam twitnya.
Selain itu, Wati Pane juga menuliskan kutipan yang diklaimnya ucapan Edy Rahmayadi, "Apa hak kau melarang rakyat takbiran keliling di kota ini, Itukan sudah warisan nenek moyang. Kau larang lah, aku sumbat (sumpal) granat mulut kau," tulis Wati Pane.
Pengunggah juga menyertakan tangkapan layar yang menampilkan foto Edy berpakaian militer.
Twit tersebut telah di-retweet lebih dari 2.300 kali dan telah disukai lebih dari 6.300 pengguna Twitter lainnya.
Ternyata setelah ditelusuri, sebagaimana dikutip dari Kompas.comyang mengkonfirmasi informasi ini kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara, Fitrius. Ia mengatakan, kutipan yang dituliskan oleh Wati Pane adalah tidak benar.
Baca: HCC Kalbar Tegaskan Hoaks Informasi Danramil Sungai Kakap Tertembak Saat Aksi 22 Mei di Pontianak
Baca: Dahlan: Mahasiswa Sebagai Agen Of Control Ditengah Maraknya Hoaks
"Kami sudah jawab semua di media sosial, artinya ya kami sudah jawab (kabar) itu tidak benar," ujar Fitrius saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (11/6/2019).
Fitrius mengungkapkan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan kepolisian atas beredarnya kabar bohong itu.
"Ya tentu kami koordinasi, masalahnya kalau berita itu tidak benar. Tidak ada persoalan. Memang tidak benar," ujar Fitrius.
Selain itu, Humas Provinsi Sumatera Utara melalui akun media sosial Instagram, @humassumut juga mengonfirmasi pernyataan Edy mengungkapkan ancaman sumpal mulut dengan granat adalah hoaks.
Baca: Edy Rahmayadi Singgung Soal Kebohongan dan Rekayasa di Pemilu 2019, Ada Apa?