Jelang Lebaran, Kue Tradisional Banyak Dicari Warga

Menjelang hari raya idul fitri, masyarakat mulai memburu kue lebaran salah satunya kue tradisional yang paling banyak dicari

Jelang Lebaran, Kue Tradisional Banyak Dicari Warga
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Proses pembuatan dodol oleh UMKM Bintang Idham yang menerima pemesanan dari berbagai daerah. 

Jelang Lebaran, Kue Tradisional Banyak Dicari Warga

SEKADAU - Menjelang hari raya idul fitri, masyarakat mulai memburu kue lebaran salah satunya kue tradisional yang paling banyak dicari. Satu pembuatan kue tradisional di Sekadau berada di Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir, Ayu Andora mengatakan, pemesanan kue tradisional seperti dodol cengkarok, dodol perenggi, dodol ketan, semprong dan lain sebagainya semakin meningkat menjelang lebaran.

"Pada tahun ini permintaan kue tradisional mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan, pesanan masyarakat tidak hanya dari Sekadau saja, melainkan juga dari luar kabupaten Sekadau hingga luar Kalbar," ujarnya.

Jenis kue tradisional yaitu dodol cengkarok, dodol perenggi, dodol ketan, semprong dan lain sebagainya. Dari berbagai jenis kue yang ada, yang paling banyak dicari menurutnya dodol cengkarok.

"Bahkan di Desa Merapi pemesanan hanya 30 kilogram saja untuk dodol cengkarok dan, untuk tahun ini pemesanan dari Merapi mencapai 60-an kilogram. Itu salah satu contoh pemesanan untuk satu desa, belum desa-desa lainnya," katanya.

Baca: Jelang Lebaran Dinas Sosial Imbau Masyarakat Waspada Gepeng

Baca: Harga Daging Ayam dan Telur Ayam Masih Stabil di Sekadau

Baca: Hasil MotoGP Italia 2019, Diwarnai Senggolan Marc Marquez, Andrea Dovizioso, Danilo Petruci Juara

Ayu mengatakan, pemesanan untuk kue tradisional juga datang dari Lampung, Bandung, Jawa Tengah, Surabaya, Jakarta hingga Makassar. Jumlah pemesanan tersebut juga naik dibandingkan hari biasanya.

"Untuk harga tergantung kemasan, sesuai ukuran dan berat kue yang dipesan, yang jelas cukup terjangkau," katanya.

pemilik UMKM Bintang Idham ini mengakui, dalam membuat kue-kue tradisional tersebut memberdayakan masyarakat sekitarnya. Sehingga, hal ini bisa menambah pendapatan ibu-ibu yang berada di lingkungan tempat tinggalny.

"Kan daripada ngumpul-ngumpul ndak ada hasilnya, jadi, kami berdayakan sejumlah ibu-ibu, lumayan juga untuk nambah-nambah," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved