Breaking News

Helikopter Hilang Kontak

Apakah Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Sekadau Dilengkapi Black Box? Ini Jawaban KNKT

Black box adalah perangkat perekam data penerbangan dan suara kokpit yang krusial pada pesawat untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

TRIBUN PONTIANAK/TRI PANDITO WIBOWO
HELIKOPTER JATUH SEKADAU - Kondisi puing helikopter PK-CFX pasca jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Jumat 17 April 2026. Warga mulai bertanya apakah helikopter itu dilengkap black box atau tidak. 

Ringkasan Berita:
  • Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap kalau helikopter tipe tersebut tidak dilengkapi dengan black box.
  • Sebagai informasi, black box adalah perangkat perekam data penerbangan dan suara kokpit yang krusial pada pesawat untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Masyarakat bertanya apakah Helikopter PK-CFX yang jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada Kamis 16 April 2026 dilengkapi Black box (kotak hitam) atau tidak?

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap kalau helikopter tipe tersebut tidak dilengkapi dengan black box.

Sebagai informasi, black box adalah perangkat perekam data penerbangan dan suara kokpit yang krusial pada pesawat untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Investigator KNKT, Dian Saputra menjelaskan bahwa helikopter jenis Airbus Helicopter EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX tersebut memang tidak memiliki flight data recorder (FDR) maupun cockpit voice recorder (CVR) sebagaimana yang umumnya terdapat pada pesawat komersial besar

"Dari informasi yang kami peroleh melalui operator serta otoritas penerbangan Prancis, helikopter ini tidak dilengkapi FDR maupun CVR. Jadi tidak ada perekam percakapan maupun monitoring data penerbangan seperti pada pesawat besar," ujarnya pada Jumat 17 April 2026.

Meski demikian, KNKT tetap berupaya mengumpulkan data penting lain guna mengungkap penyebab kecelakaan. 

Salah satu sumber data yang akan dianalisis adalah Engine Data Recorder (EDR), yang merekam performa mesin helikopter.

"Melalui EDR, kita bisa melihat berbagai parameter seperti kondisi oli, putaran mesin, serta sinyal-sinyal lainnya yang berkaitan dengan kinerja mesin," jelas Dian.

Kapolda Kalbar: Evakuasi Helikopter PK-CFX Butuh Waktu 1,5 Jam Jalan Kaki

Selain itu, KNKT juga akan menelusuri kemungkinan adanya perangkat lain seperti kamera yang dapat memberikan petunjuk tambahan. 

Jika ditemukan dalam kondisi baik, perangkat tersebut akan dipulihkan (recovery) untuk kepentingan investigasi.

Dian menegaskan bahwa investigasi KNKT berfokus pada aspek keselamatan penerbangan. 

Hasil dari penyelidikan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Investigasi ini bertujuan untuk keselamatan. Apa yang bisa kita pelajari dari peristiwa ini akan kami tuangkan dalam rekomendasi agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.

Kronologi Evakuasi Helikopter PK-CFX

Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol Pipit Rismanto menjelaskan insiden bermula saat pihaknya bersama Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) menerima informasi pesawat hilang kontak pada pukul 11.00 WIB.

Helikopter PK-CFX itu lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Kecamatan Menukung, Melawi, pada pukul 07.34 WIB dan dijadwalkan mendarat di helipad PT Graha Agro Nusantara I di Kecamatan Kubu Raya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved